Press "Enter" to skip to content

Nek Budek Usia 90 Tahun Berjuang Hidup Sebatang Kara Di Gubuk Reot

 

Beginilah kondisi Nek Budek di gubuk nya

GAYO LUES, ACEH,  BN – Bagi sebagian besar orang tua di Indonesia yang sudah menginjak usia senja menikmati hidupnya yang bersahaja bersama anak dan cucunya. Berbeda dengan kehidupan “nenek Budek” yang usianya mencapai 90 tahun yang sebatang kara dangan keterbatasan panca inderanya.

Kehidupan di hari tuanya tak beruntung yang dialami seorang nenek yang akrap di panggil dengan “Nek Budek” bagi warga Sentang Desa Persiapan Sentang Kecamatan Blang Kejeren Kabupaten Gayo Lues.

Kehidupan Nenek Budek sangat memprihatinkan kondisinya sekarang ini yang tinggal  disebuah gubuk reyot yang berukuran 2 x 2 meter persegi. Rumah yang di diami terbuat dari papan dan beralaskan tanah. Nenek Budek tinggal di rumah ini sudah 5 tahun terakhir. Itupun tanah yang didiami nenek Budek bukan miliknya, belas kasihan salah satu warga mengijinkan nenek Budek untuk mendirikan gubuk di tanahnya.

Dalam memenuhi kebutuhan makan sehari harinya, nenek yang memakai topi ala hijab tersebut terpaksa menanti bantuan dari pemerintah atau dermawan para tetangga. Suami Nek Budek sudah meninggal sejak 5 tahun yang lalu.  Nenek juga tidak punya anak satu pun, ungkap nenek Budek kepada BN.

Dengan kondisi pendengaran sudah terganggu dan bicaranya terbata bata, keinginan kuat untuk bekerja tapi keterbatasan usia dan menurunnya fungsi panca Indra nya nenek Budek. Dengan keterbatasan saya tidak tahan untuk berkerja supaya bisa mendapat makan sehari hari. Sehingga saya hanya mengharap bantuan atau belas kasihan dari pemerintah atau para tetangga disini, sambung nenek budek.

Untuk mengisi sisa umurnya yang sudah renta yang hidup hanya sebatang kara, harus berjuang untuk bertahan hidup dan memenuhi kebutuhan sehari hari sangat memprihatinkan ditambah dengan kondisi tempat tinggal nya yang tak layak tinggal.

Gubuk tempat Nenek Budek tinggal tidak memiliki kamar dan terlihat kumuh. Apabila saat hujan deras,  air hujan akan masuk kegubuk nya karena atapnya yang sudah berlubang membuat bocor ataupun dindingnya yang dari papan. Dengan kondisi gubuk nya seperti itu membuat nenek kedinginan dan rentan sama sakit.

Dengan kondisi seperti itu, nenek Budek menjalani dengan rasa menerima dan rasa iklas serta syukur yang tinggi. Semangat yang kuat Nenek Budek menjalani di masa tua nya dengan rasa optimis.

“Alhamdullilah Nenek masih di beri umur panjang oleh Allah SWT. Dengan Nikmat ini Nenek akan berusaha menjalani sisa hidup saya ungkap nenek budek.

Di lokasi yang Sama BN menggali informasi dari tetangga nenek budek, ITA salah satu tetangga dekat nenek Budek. “Nek Budek untuk memenuhi kebutuhan sehari hari,  Ia kadang tetangga gasih lauk pauknya, seperti ikan mujahir karna ikan tersebut kesukaanya. Kalau beras sudah dapat jatah Beras Raskin dari pegawai pemerintah setiap  bulan” ungkap Ita.

Setiap bulan ada salah satu pegawai yang datang kerumah Nenek tu. Mungkin dari dinas mana saya tidak tahu persis. Pernah nenek budek dapat bedah rumah tapi ia tidak mau menempatinya. Padahal itu  bantuan pemerintah yang sekarang. Saya sangat mengapirasi pemerintahan sekarang ini yang berpihak  ke orang susah seperti  Nenek Budek ini dan yang mantap lagi, adik Bupati yang sekarang, langsung datamg kesini untuk  membantu Nenek ini. Tapi saya tidak tau namanya yang adik nya Bupati Gayo Lues, lanjutnya. (dir)

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.