Press "Enter" to skip to content

Gagal Serap Anggaran Rp 2 Miliar untuk Pengembangan Umbul, Bupati Sindir Pemdes Pluneng

KLATEN, JATENG, BN – Ribuan orang larut dalam kegembiraan tradisi Syukuran Banyu di Umbul Pluneng, Kebonarum,  Klaten, Minggu (7/10).

Acara yang sudah digelar untuk kali kelima ini merupakan wujud rasa syukur atas melimpahnya sumber air Umbul Pluneng yang dimanfaatkan untuk kelangsungan kehidupan dan pertanian masyarakat desa.

Rangkaian kegiatan Syukuran Banyu diawali dengan penanaman pohon, bersih-bersih sungai di Desa Pluneng, kirab budaya dan pergelaran wayang kulit.

Bupati Sri Mulyani dalam sambutannya mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten dalam dua tahun terakhir telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 2 miliar untuk pengembangan Umbul Pluneng.

Anggaran tersebut rencananya akan digunakan untuk pelebaran objek wisata seperti lahan parkir, area kuliner dan wahana permainan anak.

Pengembangan wisata Umbul Pluneng tersebut direncanakan dibangun dengan memanfaatkan lahan milik kas desa seluas 3.800 meter persegi. Namun Bupati menyayangkan anggaran tersebut tidak dapat diserap oleh pemerintah desa.

“Sudah dua tahun ini Pemerintah Desa Pluneng mendapat anggaran Rp 2 miliar tapi malah tidak dapat diserap. Padahal dana tersebut bisa dimanfaatkan untuk pengembangan lanjutan Umbul Pluneng,” kata Bupati Sri Mulyani.

Menurut Sri Mulyani, Umbul Pluneng menjadi potensi yang luar biasa yang patut disyukuri sebab tidak semua daerah mempunyai air mengalir. Umbul Pluneng  akan terus dikembangkan untuk menjadi destinasi wisata air terpadu.

“Tahun depan kami anggarkan lagi, saya harap anggaran bisa diserap sehingga Umbul Pluneng bisa lebih maksimal lagi,” kata Bupati Sri Mulyani.

Sementara itu, Kepala Desa Pluneng, Wahyudi menjelaskan, tak bisa terserapnya anggaran untuk pengembangan Umbul Pluneng lantaran ada revisi pada site plan yang telah disiapkan pemerintah desa. Saat hasil ditunjukkan ke Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora), site plan masih  perlu dilakukan sejumlah revisi.

“Ada revisi pada perencanaan yang sudah dibuat oleh pemerintah desa, sehingga serapan anggaran masih belum bisa dilakukan. Semoga tahun depan bisa diserap,” kata Kepala Desa Pluneng. (rkt).

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *