Press "Enter" to skip to content

Mengintip Proyek Jumbo BBWS Brantas (1)

Anggaran Rp 6,1 Triliun, Pekerjaan Amburadul

Proyek Pengedali Banjir System Kali Sadar Mojokerto Di Dam BL Masin Dikerjakan Amburadul. Tampak Drs Edy Sutanto, SH, Pimred BN Sedang Mengecek Proyek Tersebut

SURABAYA, JATIM, BN-  Dalam tiga tahun terakhir ini Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas, Ditjen Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, jadi anak emas menteri Basuki Hadi Mulyono. Betapa tidak? Ketika daerah-daerah lain berebut mendapatkan kue kucuran APBN, BBWS Brantas justru dapat durian runtuh, mengelola anggaran cukup besar alias super Jumbo dalam bentuk proyek multi year contrac (MYC).

Namun dalam penelusuran tim investigasi BN (Bidik Nasional) dan LSM KPN (Koalisi Pengawas Nasional), LSM Icon RI, Koran Dor  serta masyarakat anti korupsi, pelaksanaan anggaran di lapangan terkesan amburadul dan tidak terkontrol. Bahkan, sejak kepala balai dipegang Ir Fauzi Idris dan sekarang digantikan Ir Saroni Soegiarto, pelaksanaan pekerjaan terutama yang proyek-proyek jumbo MYC semakin jauh dari harapan, masyarakat.

Ironisnya lagi gaya kepemimpinan kedua pejabat tersebut terkesan tertutup dan anti kritik, bahkan terkesan alergi terhadap control masyarakat terutama wartawan dan LSM. Sudah beberapa kesempatan tim BN mencoba untuk konfirmasi ke Kepala Balai, tapi tidak pernah direspon. Bahkan, sampai saat ini humas BBWS Brantas pun juga tidak jelas, sehingga lembaga ini tidak terlihat kinerjanya dimasyarakat.

Sesuai data diterima BN,  tahun 2017-2018, alokasi anggaran yang diperuntukan untuk paket MYC (Multi Years Contract) di BBWS Brantas mencapai sekitar Rp 6,1 triliun. Rinciannya;

Paket MYC Tahun 2017;  1) Pembangunan Bendungan Tugu di Kabupaten Trenggalek Tahap II PT Wijaya Karya dengan nilai kontrak Rp 743.199.798.000. 2) Pembangunan Bendungan Sematok (Paket I) di Kabupaten Nganjuk Provinsi Jawa Timur PT Brantas Abipraya dengan nilai kontrak Rp 909.722.003.000,- 3) Pembangunan Bendungan Sematok (Paket II) di Kabupaten Nganjuk Provinsi Jawa Timur PT Hutama Karya dengan nilai kontrak Rp 840.202.382.000,  4) Pembangunan Pengendali Banjir Sistem Kali Sadar Kab dan Kota Mojokerto (Paket I) PT Brantas Abipraya dengan nilai kontrak Rp 211.759.128.000, 5) Pembangunan Pengendali Banjir Sistem Kali Sadar Kab dan Kota Mojokerto (Paket II) PT Brantas Abipraya dengan nilai kontrak Rp 121.529.228.000, 6) Pembangunan Long Storage Kali Mati untuk Air Baku di Kabupaten Sidoarjo PT Nindya Karya dengan nilai kontrak Rp 366.705.650.000, 7) Pembangunan pengendali banjir sistem kali kedunglarangan di Kab Pasuruan dan Kab Sidoarjo PT Wijaya Karya dengan nilai kontrak Rp 196.659.597.000, 8) Pembangunan pengendali banjir kali bogel di Kab Blitar. Selaku PT Gunakarya Nusantara dengan nilai kontrak Rp 185.731.348.000, 9) Pembangunan pengendali banjir kali kemuning kabupaten Sampang Paket I PT Adhi Karya dengan nilai kontrak Rp 199.365.528.000, 10) Pembangunan pengendali banjir kali kemuning kabupaten Sampang Paket II PT Rudy Jaya dengan nilai kontrak Rp 155.120.115.000.

Paket MYC Tahun 2018; 1) Pembangunan Bendungan Bagong Paket I Kab Trenggalek dianggarkan sebesar Rp 1.177.451. 000.000, 2) Pembangunan Bendungan Bagong Paket II Kab Trenggalek dianggarkan sebesar Rp 517.181. 000.000, 3) Pembangunan Spillway Bendungan Tugu di Kab Trenggalek dianggarkan sebesar Rp 529.079.000.000. Total MYC tahun 2017 dan 2018 Rp 6,1 triliun. Anggaran sebesar itu belum ditambahkan dengan anggaran supervise (pengawasan). Untuk mengetahui sampai dimana progress pekerjaan proyek-proyek jumbo tersebut, dan permainan pekerjaan yang disub-subkan ke kontraktor tidak jelas di lapangan, sehingga hasil pekerjaan amburadul ikuti ulasan BN edisi mendatang. (es)

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *