Connect with us

Gagal Perbaikan 3 Kali, Kini Kondisi Jalan Tangogo Seperti Ditengah Kebun

JABAR

Gagal Perbaikan 3 Kali, Kini Kondisi Jalan Tangogo Seperti Ditengah Kebun

CIAMIS, JABAR, BN – Jalan Tangogo, Desa Kertajaya sepanjang 1100 meter dari mulai Tahun 2015 sampai sekarang 2019 belum ada realisasi untuk diperbaiki.

Selama empat tahun terakhir ini keadaannya sangat memprihatinkan berlobang, penuh kumbangan air, padahal jalan tersebut berada di pertengahan kota persisnya depan Pasar Tangogo.

Pada Tahun 2018 pihak Desa Kertajaya dan Bupati Ciamis H. Iing Syam Arifin telah berjanji akan segera diperbaiki, bahkan proyek peningkatan jalan ini pernah diadakan lelang di kabupaten, sampai tiga kali lelang, tapi anehnya setiap kali lelang, pemenang lelang selalu saja di sanggah oleh kontraktor peserta lelang lain.

Akibatnya, masyarakatlah yang selalu dirugikan, yang seharusnya bisa menikmati jalan bagus dan mulus hanya sebatas mimpi.

Kepala Desa Kertajaya Rosdiana mengatakan, Pemerintah Desa (Pemdes) sudah berulangkali menghadap bupati dan memang sudah masuk dalam anggaran 2018 dan terjadilah lelang, tapi itu semua gagal.

“Yang bikin aneh anggaran buat jalan Tangogo kurang lebih Rp 1,3 M itu entah dilarikan kemana?,” tanya Rosdiana.

“Tolong semua para pejabat yang berwenang sudilah kiranya meyenangkan masyarakat Kertajaya, jangan sampai masyarakat kami berduyun duyun ber SILATUHRAHMI ke pendopo,” harapnya.

“Pemdes Kertajaya sudah kewalahan menghadapi masyarakat yang selalu menanyakan tentang pembangunan jalan tersebut, padahal pada tahun 2018 sudah terealisasi tapi entah kenapa mentah lagi mentah lagi,” pungkasnya.

Salah seorang warga Dusun Banjarharja mengutarakan,” sebagai masyarakat kecil kami memohon kepada para pejabat yang berwenang dibagiannya, tolong dengarkan masyarakat. Kami tidak minta apa-apa sama bapak-bapak berdasi tapi kami memohon jalan kebanggaan kami di pusat Pasar Kertajaya yaitu jalan Tangogo supaya secepatnya diperbaiki, kondisinya jalan berlubang bahkan becek, anak-anak sekolah bila hujan tiba bajunya banyak yang kotor terkena cipratan kendaraan yang masuk kumbangan, begitu juga bila mau ke kantor desa. Aduh….! mau ke kantor desa kaya mau masuk ke kebun apalagi sudah jaman modern seperti ini, kalau bayar pajak nunggak aja selalu di kejar-kejar tapi kalau jalan rusak kayak begini eh malah tenang tenang saja,” terang seorang warga Dusun Banjarharja dengan nada kecewa. (asep)

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in JABAR

To Top