Connect with us

Polda Jatim Gelar Simulasi Penanggulangan Tsunami 2019 Di Pantai Mustika Pancer Banyuwangi

JATIM

Polda Jatim Gelar Simulasi Penanggulangan Tsunami 2019 Di Pantai Mustika Pancer Banyuwangi

BANYUWANGI, JATIM, BN – Masyarakat Desa Sumberagung Kecamatan Pesanggaran bersyukur dapat mengikuti simulasi penanggulangan bencana tsunami langsung dari Polda Jatim.

Simulasi ini diadakan Polda Jatim dengan melibatkan masyarakat dan Pemerintah Desa Sumberagung, Sabtu (5/1/2019) di Pantai Mustika.

Hadiri dalam simulasi ini kapolda, gubernur, forpimda, forpimka, kapolres dan kodim, BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah), BMKG daerah dan masyarakat Desa Sumberagung.

Semua berkumpul di Pantai Mustika Pancer untuk mendengarkan dan mengikuti arahan atau petunjuk bagaimana cara melihat tanda-tanda adanya bencana Tsunami.

“Ketika terjadi tsunami masyarakat diminta memukul kentongan berulang – ulang, agar mereka segera menyelematkan diri bersama – sama keluarga nya “, terang Vivin Agustin, Kades Sumberagung.

Lanjut Vivin, sedangkan dari BPBD daerah memberikan bantuan dan membantu mengarahkan untuk evakuasi keseluruhan melalui alat komunikasi yang tersedia, serta berkoordinasi dengan Pusdatinmas terkait informasi yang akan diberikan kepada media, serta membuat laporan yang diberikan kepada pimpinan.

Dalam simulasi ini ada beberapa masukan dari tim yang perlu di evaluasi.

“Simulasi sepenting harus melibatkan unit kerja yang lebih banyak lagi sehingga kegiatan simulasi ini bisa dipahami secara utuh dan lebih detail,” ungkap Vivin Agustin.

Sedangkan masukan untuk BMKG, kedepan agar dibuat seknario ‘se – real’ mungkin, disamping itu juga dalam hal pengiriman pesan dan peringatan dini sebaiknya menggunakan nomor telepon resmi BMKG.

Vivin berharap dengan terselenggaranya program gladi lapangan atau simulasi bencana tsunami Tahun 2019 ini akan menjadi masukan berharga untuk warga masyarakat dekat pantai pada umumnya.

Selain itu, tambah Vivin kegiatan ini bertujuan untuk memvalidasi rantai informasi gempa bumi dan peringatan dini tsunami mulai dari diseminasi, pemahaman produk dan moda komunikasi, serta melatih kesiapsiagaan daerah, masyarakat dan media. (Jojo – BN)

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in JATIM

To Top
%d blogger menyukai ini: