Connect with us

Bidik Nasional

Dalam Satu Bulan Sudah Dua Nyawa Melayang Di Sel Tahanan Polres Banyuwangi

JATIM

Dalam Satu Bulan Sudah Dua Nyawa Melayang Di Sel Tahanan Polres Banyuwangi

Dalam Satu Bulan Sudah Dua Nyawa Melayang Di Sel Tahanan Polres Banyuwangi

BANYUWANGI, JATIM, BN – kembali terjadi. Lagi tahanan meninggal dunia, Kali ini seorang tahanan pelaku pembegalan bernama Tosari alias To (25) warga Dusun Palurejo, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, meninggal dunia setelah ditahan sekitar 10 hari.

Tosari menyerahkan diri dengan diantar ibunya dan seorang temannya ke Mapolsek Muncar. Sebelumnya AL (17), yang masih saudara Tosari, warga Kecamatan Muncar. ditangkap terlebih dahulu karena diduga melakukan aksi kejahatan di Jalan Sunan Ampel, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar.

Keduanya kemudian dibawa ke Mapolres Banyuwangi dengan menggunakan kendaraan yang berbeda, Sabtu (5/01). Mereka tiba di Mapolres Banyuwangi dalam keadaan baik-baik.

“Malam harinya Tosari diajak keluar oleh petugas, setelah sampai di sebuah lapangan yang tidak diketahui Tosari, Tosari tiba tiba disuruh turun dan diajak berduel atau berkelahi dengan salah satu petugas,” kata Arsadi (50) menirukan anaknya Tosari yang saat itu sempat menceritakan kejadian tersebut kepadanya.

“Sebenarnya anak saya takut melayaninya. Namun akhirnya terpancing sehingga terjadi perkelahian antara anak saya dan seorang petugas. Bahkan gimana caranya petugas itu kalah berduel dengan anaknya. Setelah itu, mata anak saya ditutup ban dalam dalam keadaan tangan terikat ke belakang, anak saya disuruh lari. Dan saat itu Tosari sudah tertembak sehingga terjatuh,” kata Arsadi.

Kemudian Tosari, kembali diantar ke sel tahanan Mapolres Banyuwangi, dengan kondisi sudah ada 3 luka tembak tepat di kaki kanannya.

Kendati dalam keadaan luka tertembak, namun kondisi Tosari masih terlihat sehat. Begitu juga ketika dijenguk Mariyam, salah satu adik Tosari.

Menurut Arsadi, Tosari tidak memiliki riwayat penyakit apapun. Bahkan ada petugas bertanya terkait masalah itu ketika Tosari masih di sel tahanan Mapolres Banyuwangi, pihaknya dengan tegas menjawab bila anaknya tidak memiliki penyakit yang berbahaya.

Sebagai orang tua, menurut Arsadi, ia sangat kecewa atas kematian anaknya yang dinilai penuh dengan kejanggalan. Bahkan, sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, Tosari, sempat menyampaikan bila anak keduanya itu dipukuli hingga mengalami sakit-sakit.

“Saya kecewa, tapi hanya bisa pasrah agar ada keadilan datang. Karena itu saya menolak ketika polisi menawari untuk otopsi,” tegasnya.

Menurut Arsadi, atas kematian anaknya itu polisi memberi santunan sebesar Rp 15 juta.

“Awalnya saya menolak, namun saya diminta untuk menerimanya. Setelah itu saya tidak ingat lagi seperti pingsan,” ungkapnya.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Banyuwangi, AKP Panji Pratitha Wijaya saat dikonfirmasi membenarkan tahanan atas nama Tosari meninggal karena melawan petugas saat dilakukan penangkapan.

“Menurut anggota saya saat ditangkap pelaku melawan jadi ya di tembak, pelaku dijerat dengan pasal 365 KUHP,” terangnya.

Lebih lanjut Panji menjelaskan jika dirinya tidak mempunyai kewenangan menjelaskan permasalahan tersebut karena itu wewenang Kasat Tahti. “Kalau masalah itu kewenangan Kasat Tahti,” kata Panji

Seperti diketahui, Polres Banyuwangi beberapa waktu lalu sempat mengelar press rilis kasus ini. Kedua pelaku sempat diikutkan dalam pres rilis yang dihadiri oleh beberapa media tersebut. Kapolres Banyuwangi, AKBP Taufik Herdiansah Zeunardi menyampaikan jika Tosari ditembak karena melawan petugas.

Terpaksa ditembak kakinya karena melawan petugas, kata Taufik kepada sejumlah wartawan saat melakukan pers rillis di halaman Polres Banyuwangi, Rabu (9/1).

Dua pelaku AL dan Tosari melakukan aksi kejahatannya kepada kedua korbannya yakni, Rizky Dwi Purnomo (18) warga Dusun Krajan, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar. Kedua pelaku nekat menghentikan korban dijalan dan mengancam dengan mengunakan clurit dan pisau, Kemudian mereka merampas HP korban.

Sebelumnya salah seorang tahanan kasus perjudian sabung ayam Sutomo (63), warga dusun Pekiwen, Desa Kaligung, Kecamatan Blimbingsari juga meninggal dunia setelah ditahan 3 bulan di Polres Banyuwangi, karena dituduh sebagai penanggungjawab tempat perjudian sabung Ayam. Padahal di lokasi pas di grebek tidak ada sambung ayam .

Oknum polisi yang punya tempat pas di komfirmasi berkata tidak ada judi sambung ayam yang ada trend ayam untuk memilih ayam yang baik dan berkelas, kemudian di beli untuk di ternak kata oknum polisi tersebut. (Gus Ely)

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in JATIM

To Top