Connect with us

Bidik Nasional

Oknum Kepala Desa Gedangan Di Duga Palsukan Tanda Tangan Sekretaris Desa

JATIM

Oknum Kepala Desa Gedangan Di Duga Palsukan Tanda Tangan Sekretaris Desa

Oknum Kepala Desa Gedangan Di Duga Palsukan Tanda Tangan Sekretaris Desa

LAMONGAN, JATIM, BN – Sekretaris Desa (Sekdes) Gedangan Kecamatan Sukodadi Kabupaten Lamongan, mengancam akan melaporkan Kepala Desa (Kades) Gedangan Sulkan ke aparat penegak hukum atas dugaan pemalsuan tanda tangan miliknya di buku material pembangunan tandon air Dusun Piri Desa Gedangan kecamatan Sukodadi tahun 2016.

“Biar hukum yang berbicara, dan keadilan di desa Gedangan bisa ditegakkan sebagaimana baiknya, karena kades itu terlalu menyepelehkan saya sebagai sekertarisnya, sudah berani memalsukan tanda tangan saya, dan juga merampas hak-hak saya di desa, termasuk bengkok yang juga sudah di rampasnya,” ujar Sekertaris Desa Gedangan, Giman Selasa (05/02).

Giman menjelaskan, mediasi di balai desa kemarin yang di hadiri oleh Camat Sukodadi, Satpol PP, serta Perangkat desa, bendahara desa mengatakan, kalau tidak enak hati sama beliaunya itu terserah, namun sekdes membeberkan tidak ada yang tidak enak hati, lagipula masalah ini tidak ada urusan apa-apa dengan bendahara desa. 

“Masalahnya itu begini, saya tidak mengerti kenapa di buku material pembangunan tandon air dusun Piri desa Gedangan tahun 2016, Tim Pengelola Keuangan Desa (TPKD) ada tanda tangan saya, sedangkan saya sama sekali belum pernah tanda tangan di situ, itu benar apa salah saya juga tidak mengerti, waktu itu tidak ada orang di balai desa, langsung saya fotokopi,” bebernya.

Giman menegaskan, sewaktu-waktu kalau ada yang tidak enak dengan buku laporan tersebut, pihaknya tidak segan untuk melaporkan, dan waktu lalu masalah itu sebenarnya sudah pernah di laporkan sama camat yang dulu, tapi tidak ada respon apa-apa.

“Alibi kades soal tanda-tangan saya yang di duga sudah di palsukan olehnya di karenakan saya jarang ke kantor, itu sangat tidak mungkin, jarak rumah saya dengan kantor balai desa sangatlah dekat, tidak sampai 100 meter, tiap hari saya selalu ke kantor desa, ini jelas ada apa-apanya,” ucapnya.

Pria dengan tiga anak tersebut juga menyampaikan, selama pihaknya menjabat sebagai sekertaris Desa Gedangan, dalam urusan apapun yang bersangkutan dengan desa,  termasuk alokasi dana desa (ADD) maupun dana desa (DD) atau dana lainnya sama sekali tidak di libatkan dan tidak di beritahu.

“Kalau rapat ya bersama dengan LPM dan BPD ketika ada proyek dari mana saja, termasuk dari dana desa dan yang lainnya, akan tetapi waktu pelaksanaan dan pengerjaannya di lokasi di tangani oleh kades sendiri dan belanja segala sesuatunya juga di lakukan sendiri,” jelasnya.

Sementara itu, pengakuan kades Gedangan Sulkan saat di konfirmasi BN melalui WhatsAPP berkaitan dengan pemalsuan tanda tangan sekdes yang di duga sudah di lakukan olehnya, ia mengatakan, sudah di lakukan mediasi, kumpul sama sekdes, perangkat desa, Satpol PP beserta camat Sukodadi di balai desa Gedangan, semua itu tidak ada yang di permasalahkan.

“Insya Allah, kemarin udah kumpul semua sama Pak Sekdes dan tidak ada yang dimasalahkan dan Camat Sukodadi Slamet Arifin juga iku dalam rapat itu, untuk kabar selanjutnya saya sama Pak Camat mengurangi salah faham. Karena tugas Sekdes dikerjakan bendara semua, ” demikian keterangannya kades melalui whatsApp. (Rdi)

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in JATIM

To Top