Connect with us

Kasus Prona Tirtomoyo P21, Camat dan Sekcam Resmi Ditahan

Kasus Prona Tirtomoyo P21, Camat dan Sekcam Resmi Ditahan

Penyidik Tipikor Satreskrim Polres Wonogiri dan Kasi Pidsus menunjukan BB korupsi prona.

WONOGIRI, JATENG, BN – Setelah dinyatakan lengkap P21 oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Wonogiri, kasus pungli prona Kecamatan Tirtomoyo Camat, Sekcam dan staf Kecamatan resmi ditahan di Rutan Wonogiri.

Kasus prona sempat tertunda 2 tahun akhirnya ketiga orang tersangka pelaku kemarin resmi dimasukan ke rumah tahanan. Ketiga orang tersangka adalah Camat Joko Prihartanto (49), Sekcam Widodo (52) dan Nur Kholis (47) Staff Kecamatan.

Joko adalah penduduk dilingkungan Pencil Wuryorejo wonogiri, Widodo penduduk Cinderejo Jatisari Jatisrono dan Nur Kholis warga Cangkring Kidul Kelurahan / Kecamatan Tirtomoyo.

Penahanan tersangka setelah berkasnya dinyatakan P21 (Lengkap), berkas dilimpahkan Polres Wonogiri ke Kejaksaan (Kejari) Wonogiri, Rabu (6/2/19), sejak terbongkarnya kasus pungli prona 2017 sampai kemarin ketiganya belum ditahan.

Kapolres Wonogiri AKBP Uri Nartanti Istiwidayati dan Kasatreskrim AKP Aditya Mulya Ramdhani melalui Paur Subag Humas Polres Wonogiri Aipda Iwan Sumarsono, Kamis (7/2) menyatakan penahanan tersangka disertakan penyerahan barang bukti (BB) daftar nominatif pemohon prona dan 11 desa jumlah 2411 pemohon.

Satu buku laporan akhir prona tahun 2016 Badan Pertanahan Negara (BPN) Wonogiri Surat Keputusan (SK) Pegawai Negeri Sipil (PNS) ketiga tersangka. SK pengangkatan Camat dan Sekcam Tirtomoyo berikut buku catatan penggunaan uang, buku register PPATS, tabel plotting penggunaan uang dan uang tunai pengembalian 11 desa berikut perangkat desa sejumlah Rp. 361. 734. 000,-

Kronologinya, ketika ada pelaksanaan prona tahun 2016 di Kecamatan Tirtomoyo Polisi mendapat laporan adanya pungli, tanggal 3 Januari 2017 kemudian dilakukan penyelidikan dan ditemukan pungli terhadap 2411 pemohon. Masing – masing dikenakan biaya 750.000,- perbidang, pelakunya Camat, Sekcam dan staff kantor.

Dari hasil pungli total sebesar Rp 1.808.250.000,- digunakan tersangka untuk menguntungkan diri sendiri dan orang lain. Dan itu melanggar pasal 11 dan 12 huruf E Undang-undang Nomor : 31 Tahun 1990 junto Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan korupsi.

Kemudian Tanggal 19 Mei 2017 penanganan kasus ditingkatkan menjadi tahap penyidikan, ada 110 saksi diperiksa plus seorang saksi ahli hukum pidana, Bulan September 2017 tiga orang ditetapkan menjadi tersangka.

Tanggal 27 Oktober 2017 berkas dikembalikan karena belum lengkap, kemudian tanggal 7 Januari 2019 berkas perkara dinyatakan lengkap P21 dan tanggal 6 Februari 2019 ketiga orang tersangka diserahkan serta barang bukti (BB) kepada JPU. (hery)

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in JATENG

To Top