Connect with us

Dampak Peledakan Tambang PT BSI Banyuwangi Cemaskan Warga‎

110 views

JATIM

Dampak Peledakan Tambang PT BSI Banyuwangi Cemaskan Warga‎

BANYUWANGI, JATIM, BN-Aktivitas peledakan yang dilakukan perusahaan tambang emas Gunung Tumpang Pitu (PT BSI) masih terus berlangsung. Hal tersebut sempat menghantui warga masyarakat yang merasa terganggu akibat suara bising dan debu asap. Sayangnya hingga saat ini belum ada solusi yang pasti dari usaha tambang emas.‎

Bahkan acara diskusi yang melibatkan masyarakat, pemerintah desa dan BPD dari 5 desa serta jajaran Muspika yang sedianya akan diadakan di aula Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi urung digelar. Padahal melalui pertemuan tadi diharapkan ada solusi pemecahan permasalahan antara PT BSI dan warga masyarakat. Namun sayangnya acara yang sudah direncanakan tersebut justru berakhir ricuh.‎

Menurut sumber Bidik Nasional, PT BSI tetap saja mengabaikan keluhan warga. Bahkan proses peledakan terus dilakukan oleh pihak perusahaan tambang tersebut. Mereka seolah tidak menghiraukan apa yang dirasakan warga masyarakat sekitar yang terdampak akibat lwdakan tersebut. Bahkan warga masyarakat sekitar kini merasa hidupnya sudah tidak nyaman lagi dan menimbulkan rasa was-was.‎

Menurut Yono (43) salah seorang warga yang bertempat tinggal di sekitar Gunung Tumpang mengatakan, proses peledakan yang dilakukan oleh perusahaan tetap saja berlangsung hari ini, Jumat (8/11).‎

“Tadi sekitar pukul 12.30 WIB ada aktivitas peledakan lagi mas. Saya menyaksikan sendiri karena tempat tinggal saya sangat dekat dengan lokasi tambang. Bahkan halaman tempat saya tinggal sering dipakai petugas yang mengawasi proses peledakan itu,” katanya.

Lanjutnya, setelah proses peledakan itu dirinya sempat didatangi oleh 2 orang yang mengaku dari pihak perusahaan dengan tujuan melakukan interview untuk mengetahui apa saja keluhan dan solusi permintaan warga masyarakat di sini.

Namun Yono mengaku belum bisa memberikan jawaban saat itu. Ia mengaku masih harus bertemu dengan warga lainnya dulu agar nantinya tidak terjadi kesalahpahaman dengan warga lainnya.

Sementara itu, salah seorang karyawan perusahaan mengatakan, bahwa ia akan menyampaikan seluruh keluhan warga kepada pimpinannya. Sedangkan kebijakan apa yang nanti akan diambil perusahaan semuanya diserahkan kepada pimpinan.

“Saya hanya menampung semua aspirasi warga desa. Selanjutnya keputusan ada di tangan pimpinan. Jabatan saya di perusahaan adalah di bagian humas. Lebih tepatnya saya adalah fasilitator desa di bagian humas perusahaan tambang emas,” katanya seraya berpamitan untuk kembali ke kantor.‎ (Jojo BN)

More in JATIM

To Top
%d blogger menyukai ini: