JATIM

Disnaker Kabupaten Sumenep Gelar Pelatihan Teknik Las

SUMENEP, JATIM, BN-Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Sumenep menggelar pelatihan teknik las listrik bagi 25 peserta. Kegiatan yang diadakan di Kepulauan Sumenep akan berlangsung selama 20 hari dimulai sejak 8 November 2019 lalu.

Sekretaris Disnaker Kabupaten Sumenep Joko Suwarno mengatakan, kegiatan diadakan Dinas Tenaga Kerja bekerjasama dengan pihak Balai Latihan Kerja (BLK). Menurut Joko, para peserta akan dilatih agar bisa menggunakan las listrik maupun las karbit.

“Kami mendatangkan guru ahli dari Kabupaten Jombang. Peserta akan mendapat pengetahuan tentang bagaimana membuat minimalis, spanyolan dan eropa lainnya. Disini peserta juga diajarkan cara membuat becak ,kursi,dipan untuk dijadikan contoh,” kata Joko, Senin (11/11).

Ia menambahkan, tujuan adanya pelatihan adalah untuk meningkatkan kemampuan atau skill dari yang tidak bisa menjadi bisa. Dari yang biasa menjadi profesional untuk menciptakan lapangan kerja.

“Agar pemuda-pemuda bisa mendapatkan pekerjaan setelah mengikuti pelatihan ini. Selanjutnya bagaimana setelah mereka lulus bisa mempraktekkan ilmu yang sudah kami berikan. Nantinya alat-alat yang dibutuhkan bisa bekerjasama dengan pemerintah setempat semisal camat dengan mengalokasikan dana desa,” jelas Joko.

Ia menambahkan, masyarakat kepulauan mengharap adanya pelatihan dan alat-alat yang dibutuhkan agar bisa mempraktekkannya di muka umum.

Menurutnya, pada tanggal 3 November 2019 lalu, ia mewakili Kadisnaker Kabupaten Sumenep dipanggil Kepala Bappeda Sumenep Yaya Nurwahyudi terkait disetujuinya kegiatan yang dialokasikan dengan anggaran APBD Provinsi sebesar Rp 5 miliar.

Ia mengatakan, anggaran sebesar Rp3 miliar digunakan untuk pengadaan alat-alat sementara sisanya sebesar Rp2 miliar digunakan untuk biaya pelatihan.

Ia menjelaskan, biaya pelatihan seperti untuk pelatihan tata boga. Dimana peserta khususnya kaum perempuan dilatih membuat aneka makanan.

“Para peserta dilatih mengembangkan ketrampilan kreativitas dan inovasi pengolahan bahan mentah menjadi adonan kue yang lezat. Juga untuk membuka peluang usaha dalam bidang bisnis. Selain itu ada juga pelatihan tata rias busana dan termasuk bagi TKI legal atau ilegal tentang bagaimana cara merawat balita yang tinggal ibunya. Sedangkn yang kedua pelatihan yang mengarah pada bibit unggul seperti pertanian,perikanan dan peternakan,” urai Joko. (yus)

Related Articles

Back to top button