JATIM

BPNT di Kabupaten Sumenep Ada Perubahan Nilai

Kadis Sosial H. Mohmmad Eksan

SUMENEP, JATIM, BN-Program Sembako di Kabupaten Sumenep tahun 2020 ini ada perubahan dari nilai dari pada tahun sebelumnya, Selasa (28/1/2020).

Pada tahun kemarin Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) itu nilainya Rp 110 ribu dan program sembako ini tahun ini nilainya Rp 150 ribu.

Tahun kemarin yang diberikan adalah beras dan telur, sekarang bisa beras, bisa telur, bisa ayam, bisa daging, bisa buah-buahan dan bisa-sayuran.

Kadis Sosial H. Mohmmad Eksan ketika ditemui diruang kerjanya oleh wartawan mengatakan untuk tahun kemarin di Kabupaten Sumenep itu mekanismenya Bulog yang diberi kepercayaan mensuplai beras tetapi yang sekarang mekanisme di pasar-pasar.

“Jadi kepada suplayer yang ditunjuk silahkan berkonsultasi kepada bulog, berkomunikasi dan berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan desa,” terangnya.

Menurutnya, pihaknya sebagai tim organisasi di kabupaten akan menyampaikan kepada tim organisasi kecamatan.

“Untuk masalah beras mekanismenya adalah pasar silahkan untuk berkomonikasi, kalau tahun kemarin atau bulan kemarin komunikasinya sudah bagus maka sebaiknya perlu diteruskan. Seandainya dilapangan atau dipasaran ada yang kurang bagus maka perlu di perbaiki dan harus di sampaikan kepada suplayer. Kalau ternyata barangnya kurang memenuhi syarat yang sudah ditentukan maka bisa diganti atau mencari suplayer yang lain yang lebih bagus barangnya. Karena ini merupakan mekanisme pasar yang disampaikan,” terangnya.

Lanjut Mohmmad Eksan untuk program sembako Tahun 2020 ini angkanya Rp 150/ bulan dan itu terdiri dari pada beras, telur, ayam, daging kemudian sayur-sayuran dan buah- buahan. Atau sesuai dengan keinginan KPN, apabila tidak sesuai dengan konsumsi ditolak langsung dan yang bertanggungjawab adalah warung atau agen yang ditunjuk.

“Tentunya saran saya kepada yang mau menerima beras koordinasi dengan tim koordinasi kecamatan agar di cek langsung oleh tim kecamatan dan saya juga berharap supaya jangan mengirim barang malam hari, harus siang hari biar bisa di lihat sembakonya apa beras ini bagus atau tidak, kemudian baru di cek oleh tim kecamatan kalau memang beras ini sesuai dengan harganya dilanjut,” tambahnya.

Di Kabupaten Sumenep penerima khusus program sembako sekitar 58000 KK yang sudah distribusi, untuk 2019 kemarin sekitar 30 ribuan tetapi masih ada 31 KKS nya belum distribusikan.

“Untuk selanjutnya kita akan lakukan yaitu mendistribusian ulang atau kita akan lakukan distribusi kepada Keluarga Keluarga Sejahterah (KKS) dan Keluarga Penerima Manfaat (Manfaat). KPM (KKS) yang belum sampai nanti pada bulan maret. Rata-rata dari kepulauan ada kendala dari faktor cuaca yang bisa menghambat karena Kabupaten Sumenep terdiri dari pulau-pulau. makanya saya akan laporkan ke Jakarta bahwa Sumenep ini bukan daratan semua yang masuk BPNT sehingga yang bermasalah atau yang belum terdistribusikan rata-rata kepulauan dalam hal itu yang harus di maklumi,” pungkasnya. (Yus)

Related Articles

Back to top button