Connect with us

Puluhan Tahun Tempati Lahan Eks PJKA Paoman, Warga Minta Kejelasan Legalitas Kepemilikan Tanah.

48 views

JABAR

Puluhan Tahun Tempati Lahan Eks PJKA Paoman, Warga Minta Kejelasan Legalitas Kepemilikan Tanah.

 

INDRAMAYU, BN – Aksi damai unjuk rasa sebagai bentuk ungkapan menuntut kejelasan status kepemilikan tanah di lahan seluas 20.081 meter persegi Eks PJKA dilakukan oleh warga dari dua RT di Kelurahan Paoman Kabupaten Indramayu yang sudah puluhan tahun tinggal di kawasan tersebut.

Advertisements

Dengan meminta bantuan kepada Lembaga Aliansi Indonesia (LAI) untuk mendampingi hajatnya menuntut kejelasan status lahan tersebut kepada Pemerintah setempat, warga bersama dengan Lembaga Aliansi Indonesia (LAI) memasang PAPAN PENGUMUMAN yang bertuliskan Tanah Milik Negara tersebut DALAM PENGAWASAN Badan Penelitian Aset Negara (BPAN) Lembaga Aliansi Indonesia (LAI), pada Kamis, (13/2/2020).

Menurut keterangan yang dihimpun awak media di lokasi pada saat aksi warga tersebut, warga meminta bantuan kepada Lembaga Aliansi Indonesia (LAI) untuk mendampingi dalam menyelesaikan perkara meminta kejelasan status atas kepemilikan/ hak atas tanah tersebut yang sudah mereka tempati selama puluhan tahun.

“Kami tak tahu harus bagaimana caranya mengurus untuk meminta kejelasan atas status tanah yang kami tempati sudah puluhan tahun lamanya ini, maka itu kami meminta bantuan Lembaga Aliansi Indonesia untuk mendampingi kami,” ungkap salah seorang warga.

Menurut warga yang menempati lahan tersebut, mereka sudah sejak dari zaman Belanda menempati lahan tersebut secara sewa kepada mandor-mandor PJKA dulunya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Amsori, Ketua RT. 05/03, dirinya menuturkan, bahwa dirinya dan warganya sudah tinggal di lahan tersebut sudah lama sejak dirinya masih kecil hingga sekarang.

“Saya sudah menempati lahan ini selama 35 tahun lebih sedari saya kecil, jadi kami memperjuangkan lahan ini untuk menjadi milik kami, sah secara hukum, karena sudah ada empat lahan yang sudah bersertifikat kepemilikan, tapi kenapa saya dan yang lain tidak bisa,” tutur Amsori.

Lahan seluas 20.081 meter persegi tersebut menurut keterangan warga, dulunya merupakan lahan EX PJKA lama, bekas Rel Kereta angkutan barang, Jatibarang – Indramayu

Saat ini lahan Eks. PJKA tersebut sudah dipadati oleh bangunan permanen rumah-rumah milik warga, 3 (tiga) Mushola dan 1 (satu) Sekolah Taman Kanak-Kanak (TK).

Menurut Indra Firmansyah Lubis SH, Advokat Departemen Inteligen Investigasi Aliansi Indonesia, “Masyarakat yang menghuni sudah puluhan tahun itu lebih ber-hak, karena itu kami sedang membantu mengurus legalitasnya, karena kami yakin yang kita korek ini adalah tanah Negara, bukan milik PT. KAI,” ungkapnya.

“Dalam hal ini tidak serta merta aset PJKA itu menjadi milik PT. KAI, ini yang sedang kami perjuangkan dengan kami mengumpulkan DOKUMEN sebanyak-banyaknya, sampai kemanapun kami merasa bahwa ini hak warga. Warga harus dibela!!,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Aris Witono, Kepala Departemen Intelijen Investigasi Aliansi Indonesia, menerangkan bahwa sebagai anggota/ bagian dari BPAN-LAI berkewajiban memberikan pendampingan terhadap warga yang membutuhkan pendampingan terkait penyelesaian sengketa tanah garapan tersebut, guna mencari keadilan agar warga mendapatkan legalitas atas hak tanah tersebut yang sudah puluhan tahun sampai saat ini masih mereka tempati.

Aris Witono juga memberikan apresiasi kepada masyarakat/ warga yang sudah secara tertib, sopan dan tetap menjaga kedamaian dalam aksi unjuk rasanya.

Begitupun kepada Pemerintah dan kepada jajaran kepolisian setempat, terutama Kapolres Indramayu AKBP Hermanto, yang sudah turut serta memantau dan mengawal kegiatan tersebut hingga berjalan lancar, tertib dan damai.

“Terimakasih kepada masyarakat yang sudah melakukan aksinya dengan damai, dan terimakasih kepada kepolisian, terutama Kapolres Indramayu AKBP. Hermanto dan jajarannya yang sudah membantu dan mengawal kegiatan ini hingga berjalan baik, lancar, aman, tertib dan kondusif,” pungkas Aris Witono. (Rnt/AR)

Continue Reading
You may also like...

More in JABAR

To Top
%d blogger menyukai ini: