Connect with us

Eka Yoga Berharap Penuh Pada JKN-KIS 

JATIM

Eka Yoga Berharap Penuh Pada JKN-KIS 

Eka Yoga Brata Permana, SH, peserta JKN-KIS mandiri kelas I, segmen Pekerja Penerima Upah (PPU).

GRESIK, JATIM, BN-Menjadi peserta program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) adalah kewajiban bagi warga negara Indonesia. Disisi lain, program tersebut sudah seharusnya terus berlanjut karena secara hitungan matematika, manfaat serta keuntungannya jelas.

Seperti disampaikan oleh salah satu peserta JKN-KIS adalah Eka Yoga Brata Permana, SH, peserta JKN-KIS, segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) Kelas I, warga Jl.Veteran Sooko, Wringinanom, Kab Gresik.

Saat ini ia sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Semen Gresik karena menderita Osteoarthritis, yakni penderita kekurangan pada sendi atau peradangan kronis pada sendi akibat kerusakan pada tulang rawan.

“Saya sudah lama menjalani perawatan di RS Semen Gresik ini pak. Saya menjalani fisioterapi setiap seminggu dua kali. Vonis dokter mengatakan saya mengalami kerusakan organ tubuh yang diakibatkan oleh kekurangan cairan di persendian,” jelas Eka kepada wartawan, di RS Semen Gresik Jawa Timur (19/05).

Eka mengaku dengan adanya program JKN-KIS ini banyak mendapatkan keuntungan, selain untuk dirinya yang harus rutin melakukan fisoterapi selama bertahun-tahun, keuntungan program JKN-KIS ini juga dirasakan sang istri yang menderita kanker kandungan.

“Saya tidak bisa bayangkan kalo tidak jadi peserta JKN-KIS, berapa banyak biaya yang harus saya keluarkan. Mulai dari biaya konsultasi dengan spesialis dokter rehat medis, ke dokter penyakit dalam, biaya laboratorium, biaya rontgen lutut dan lain-lainnya,” tutur Eka.

Fisioterapi, Eka Yoga (tengah) oleh terapis RS Semen Gresik Jawa Timur.

Eka sangat bersyukur bisa menjadi peserta JKN-KIS, menurutnya iuran yang ia bayarkan tidak seberapa jika dibandingkan dengan keuntungannya.

“Hari ini saya hanya mengeluarkan uang dua ribu rupiah saja untuk parkir, ” ungkapnya.

Kemudian Eka menerangkan, secara pribadi kalau nanti iuran BPJS kesehatan disesuaikan atau dinaikkan, sampai lima ratus ribupun dirinya sanggup.

“Untuk saya pribadi, misalkan iurannya dinaikkan sampai lima ratus ribu saya tetap sanggup. Kenapa alasannya, ya kalau menurut saya pribadi keuntungan yang saya dapatkan berlebih,” ujarnya.

Keberadaan dan keberlangsungan program JKN-KIS menurutnya harus terus berjalan. Secara tanggung jawab moral, program ini sangat berarti terutama bagi masyarakat yang sedang sakit dan membutuhkan biaya pengobatan rutin yang harganya tidak murah.

“Lebih tepatnya peduli pak. Program ini jelas membantu kami (saya dan istri). Yang penting saya bayar iuran tepat waktu agar kita terus mendapatkan pelayanan sesuai hak dan kewajiban kita. Pelayanan yang saya terima bagus,saya tidak dibedakan meski saya pasien BPJS kesehatan yang katanya orang-orang diluar sana dibeda-bedakan,” tandasnya. (boody)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

More in JATIM




Adnow R

loading…


To Top
%d blogger menyukai ini: