Connect with us

Bidik Nasional

BPJS Kesehatan Hadir Membantu Masyarakat

JATIM

BPJS Kesehatan Hadir Membantu Masyarakat

Wati (31) warga desa Sawo Kecamatan Dukun Gresik Jawa Timur peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU)

LAMONGAN, JATIM, BN-Menceritakan pengalamannya ketika masih belum ada program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang diselenggarakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, Wati (31) warga desa Sawo Kecamatan Dukun Gresik Jawa Timur menyampaikan bahwa setiap ibunya menjalani kontrol rawat jalan disalah satu dokter praktik didekat rumahnya menghabiskan biaya sebesar satu juta rupiah.

“Sebelas tahun yang lalu, kalau ibu saya menjalani rawat jalan biaya yang saya keluarkan kurang lebih satu juta rupiah belum terhitung biaya transportasi dan lain-lain, ” kata Wati (26 07).

Kemudian Wati menerangkan bahwa sebagai Warga Negara Indonesia, ia wajib mendaftarkan dirinya dan keluarganya menjadi peserta JKN-KIS segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) kelas 3.

“Saya pilih kelas 3 karena saya mampunya bayar iuran segitu, tapi pelayanan yang dirasakan oleh Ibu saya rasanya jauh lebih berkali-kali lipat dari iuran yang saya keluarkan tiap bulannya”, ungkapnya.

Wati mengisahkan ibunya yang sering mengeluhkan sakit pada bagian dada dan lambungnya. Hari ini sudah terhitung empat hari dirawat di rumah sakit “, jelasnya.

Beda dengan sang ayah, Wati menyebutkan sang ayah juga menderita penyakit jantung kronis dan penyakit paru-paru. Selama menjalani pengobatan baik di puskesmas maupun di rumah sakit, keluarganya merasa tidak ada perbedaan kelakuan.

“Rata-rata dari puskesmas dan RS yang telah kami singgahi, pelayanannya sangat memuaskan. Petugasnya pun ramah dan sopan”, ujarnya.

Sampai saat ini, Wati menjelaskan tidak pernah mengeluarkan biaya lagi ketika mengantar ayah dan ibunya berobat. Wati terus berharap program JKN-KIS ini terus ada, untuk memberikan ketenangan bagi dirinya terutama bagi orang tuanya yang sudah berusia dan sering jatuh sakit.

“Sejak saya jadi peserta JKN-KIS, saya tidak pernah ditarik biaya sama sekali. Saya cukup bayar iuran setiap bulan dengan rutin yang hanya beberapa puluh ribu saja. Terimakasih BPJS kesehatan, program ini sangat membantu kami, kebaikan-kebaikan yang diberikan sudah membuat keluarga kami tidak khawatir jika ada yang sakit. Semoga program ini ada terus sampai kapan pun”, ungkapnya. (boody)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

More in JATIM

Advertorial




loading…





To Top
%d blogger menyukai ini: