Connect with us

Bidik Nasional

Program JKN-KIS Telah Berkembang Secara Positif

JATIM

Program JKN-KIS Telah Berkembang Secara Positif

Probo Agus Sunarno Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Sidoarjo

SIDOARJO, JATIM, BN – Sesuai dengan amanat undang-undang dalam melaksanakan Program JKN-KIS, BPJS Kesehatan tidak dapat berdiri sendiri. Dibutuhkan kerja sama lintas sektor dalam pelaksanaan di lapangan agar dapat semakin baik dan berkembang.

Terkait dalam hal itu, Probo Agus Sunarno yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Dinas (Sekdin) Pemberdayaan Masyarakat dan Desa ( PMD) Kabupaten Sidoarjo bersedia berbagi pendapatnya terkait perkembangan Program JKN-KIS.

Probo telah menjadi peserta jaminan kesehatan jauh sejak era jaminan kesehatan bagi pegawai negeri masih dikelola oleh PT. ASKES. Ia mengakui bahwa era PT ASKES dan era BPJS Kesehatan tentu berbeda.

Menurutnya ketika masih di era PT ASKES, jaminan kesehatan diberikan bagi pegawai negeri. Namun dengan adanya Program JKN-KIS yang dikelola oleh BPJS Kesehatan, jaminan kesehatan menyatu dengan masyarakat umum.

“Di era PT ASKES saya pernah merasakan dan menggunakan. Tapi di saat BPJS Kesehatan sekarang, semoga saya tidak sakit dan jangan pernah sakit,” ujarnya.

Lebih lanjut terangnya, Sekdin PMD Kaputen Sidoarjo ini merasakan adanya perkembangan positif dalam pelaksanaan Program JKN-KIS. Diawal pengelolaan program ini, dia melihat memang masih tertatih-tatih pelaksanaannya.

Menurutnya hal ini terjadi karena pengeluaran yang harus dibayarkan jauh lebih besar dibandingkan dengan iuran yang diterima, sehingga terdapat permasalahan pelayanan. seiring berjalannya waktu, BPJS kesehatan terus melakukan perbaikan-perbaikan.

“Semoga goal-nya adalah pelayanan yang baik. Karena kan pemerintah pusat juga benar-benar membackup agar BPJS Kesehatan tidak minus. Nantinya kalau tidak minus, pasti pelayanan yang diberikan juga akan semakin baik,” tambahnya.

Probo mengapresiasi inovasi pelayanan digital yang dikembangkan oleh BPJS Kesehatan. Menurutnya hal tersebut bagus dilakukan oleh BPJS Kesehatan, namun permasalahan-permasalahan terkait digitalisasi tersebut juga harus bisa diurai satu persatu.

“Harapan kedepannya pelayanan secara online yang baik dapat mendorong masyarakat untuk lebih berpartisipasi dalam pelaksanaan program ini,” katanya.

Diakhir perbincangannya, Pria yang dikenal ramah ini berpesan agar BPJS Kesehatan lebih menggalakkan program pelayanan yang bersifat mendekatkan masyarakat. Sehingga prinsip gotong royong dapat berjalan dengan baik, dimana yang mampu dapat membantu yang kurang atau tidak mampu. Dukungan dari pemerintah juga dibutuhkan baik berupa regulasi maupun dukungan langsung di lapangan.

“Saya mendukung semangat BPJS Kesehatan. Semangat terus bekerja lebih keras agar pelayanan kepada masyarakat dapat ditingkatkan,” tutupnya. (*/boody)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

More in JATIM

Advertorial




loading…





To Top
%d blogger menyukai ini: