Connect with us

Lebih Nyaman Menjadi Peserta JKN-KIS Dari Pada Menjadi Peserta Asuransi Swasta

JATIM

Lebih Nyaman Menjadi Peserta JKN-KIS Dari Pada Menjadi Peserta Asuransi Swasta

■ Iuran asuransi swasta sebulan dapat membayar iuran JKN setahun

Rizal (43) Sejak tahun 2015 tergabung menjadi peserta BPJS kesehatan dan sempat naik kelas dari kelas 2 menjadi kelas 1 segmen peserta Pekerja Penerima Upah (PPU)

SIDOARJO, JATIM, BN – Ditemui wartawan Koran Mingguan Investigasi Bidik Nasional & bidiknasional.com usai mendampingi pemeriksaan mata keluarganya di Kinik Pratama Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) BPJS Kesehatan Surya Giri Jaya, Sidoarjo Jawa Timur, Rizal (43) menyatakan lebih nyaman menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dari pada menjadi peserta asuransi swasta.

Disampaikan oleh Rizal mengenai beberapa keuntungan menjadi peserta BPJS Kesehatan, diantaranya seluruh biaya perawatan dijamin seratus persen tanpa harus mengeluarkan biaya lagi.

“Penggunaan kartu JKN kami bisa dikatakan sering kami pakai. Bahkan seluruh anggota keluarga, istri dan anak-anak kami. Setiap periksa tidak ada biaya. Semuanya free (gratis) termasuk kaca mata yang dipakai anak-anak,” ujar Rizal di Klinik Surya Giri Jaya Sidoarjo (30/09).

Seperti mengutip cerita salah satu saudaranya kata Rizal, berbeda dengan cara pembayaran asuransi swasta. Model klaim pembayaran dengan mengumpulkan seluruh bukti pembayaran, baru kemudian mengajukan klaim terhadap nota yang telah dikeluarkan oleh rumah sakit atau klinik.

“Kalau JKN lebih simpel dan sederhana. Hanya menunjukkan kartu kepesertaan, selesai mas, gak perlu ribet dan semuanya di tanggung selama kartu peserta keluarga saya aktif,” terangnya.

Seluruh anggota keluarga Rizal menggunakan kaca mata minus atau kaca mata rabun jauh dengan besar keparahan mata minus berbeda-beda.

Menjawab pertanyaan wartawan, siapa saja yang periksa ke klinik hari ini, ia menjawab anak – anak selalu periksa rutin kesehatan matanya di klinik Surya Giri Jaya.

Sekilas ia mengaku seluruh anggota keluarga menggunakan kaca mata minus atau kaca mata rabun jauh. Besar keparahan mata minus keluarga berbeda beda.

“Saya sendiri juga menggunakan kacamata minus. Tergantung berdasarkan tingkat keparahannya,
Ukuran kaca mata anak-anak saya juga berbeda. Mulai dari 0,5 D sampai 5 D ,” kata Rizal.

Sejak tahun 2015 tergabung menjadi peserta BPJS kesehatan dan sempat naik kelas dari kelas 2 menjadi kelas 1 segmen peserta Pekerja Penerima Upah (PPU), dia mengaku seluruh kaca mata diberikan oleh BPJS secara gratis.

Prosedur pemeriksaannya berangkat dari FKTP awal. Kemudian setelah diperiksa oleh dokter mata selanjutnya mendapat rujukan ke Rumah Sakit, jika hal tersebut dinyatakan positif miophia sesudah di tes, baru kemudian diberikan surat keterangan untuk pengambilan kaca mata sesuai dengan kelas kepesertaan dan tingkat keparahannya.

Secara keseluruhan, Rizal menegaskan sangat nyaman berobat dengan BPJS kesehatan.

“Bisa dibandingkan mas, iuran satu bulan pada asuransi swasta (maaf tidak sebut merk), bisa dibayarkan untuk satu tahun pembayaran satu orang peserta JKN. Saya merasa lebih nyaman sekarang,” tuturnya.

Harapan terbesar pada program JKN adalah terus melanjutkan pelayanan yang sudah bagus.

“Layanan dengan hati ,bergotong royong saling menolong. Intinya yaitu berbuat baik untuk sesama dengan tertib membayar iuran,” jelasnya. (boody)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

More in JATIM




loading…





Advertisement

Trending

Advertisement
To Top
%d blogger menyukai ini: