Connect with us

Nita Margaret : Puas Menjadi Peserta JKN-KIS

JATIM

Nita Margaret : Puas Menjadi Peserta JKN-KIS

Nita Margaret tergabung dalam kepesertaan JKN-KIS segmen peserta dari keluarga Badan Usaha (BU) PT Trias Sentosa kelas 1 mandiri

SIDOARJO, JATIM, BN – Pernah menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS) Bhayangakara Surabaya, Nita Margaret /18 mengajak kepada seluruh kaum milenial agar mengetahui bahwa program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) milik Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mengutamakan kepuasan layanan terhadap pesertanya.

“Jika dinilai secara angka,saya berikan nilai sembilan pak,” kata Nita Margaret atau yang akrab disapa Nita ini kepada wartawan Koran Mingguan Investigasi Bidik Nasional & bidiknasional.com di Wadungasri Sidoarjo (30/09), siang.

Nita menjelaskan kepuasan pelayanan sebagai peserta JKN merupakan bentuk perhatian pemerintah dalam menjalankan tugasnya sebagai badan pelayanan antara BPJS kesehatan, RS dan masyarakat sebagai peserta.

Untuk diketahui, Nita tergabung dalam kepesertaan JKN-KIS segmen peserta dari keluarga Badan Usaha (BU) PT Trias Sentosa kelas 1 mandiri.

Ketika awal berangkat dari rumah waktu gejala panas dingin ,demam dan seterusnya kata Nita, ia dan orang tuanya masuk mendaftar melalui loket Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Bhayangkara Samsoeri Mertoyoso atau RS Polda Jatim yang berada di Jalan Ahmad Yani No.116 Surabaya.

“Pendaftaran administrasi didepan ,keluarga saya langsung menunjukkan kartu BPJS kesehatan milik saya. Setelah itu saya menjalani pemeriksaan intensive mulai dari tes darah, tes laboratorium, dan masih banyak lagi. Kecurigaan dan vonis dokter, saya dinyatakan sakit Demam Berdarah. Saran dokter mewajibkan saya untuk menjalani rawat inap hingga saya dinyatakan sembuh nantinya, ” tuturnya.

Nita mahasisiwi semester satu jurusan keperawatan salah satu perguruan tinggi di Surabaya ini mengaku mendapatkan ruang perawatan sesuai dengan kelasnya pada saat dirawat.

” Saya dirawat pada pertengahan bulan April 2018, mendapat ruang perawatan yang dihuni oleh dua pasien dengan bedrest yang berbeda. Keluarga dapat mendampingi saya selama kurang lebih tujuh hari,” ucapnya.

Perempuan warga Medaeng waru Sidoarjo ini menyadari sebagai masyarakat yang sebenarnya tidak ingin sakit dan tidak butuh pelayanan kesehatan ketika berdiri pada titik sakit dan wajib segera mendapat perawatan, Kartu BPJS kesehatan memberikan pendampingan setia sampai ia dinyatakan sembuh oleh para dokter yang merawat.

Kecanggihan Aplikasi Mobile JKN Dalam Genggaman

Selain itu, Nita mengajak kepada masyarakat luas khususnya kaum milenial yang belum mengenal kecanggihan aplikasi Mobile JKN dalam smart phone atau android.

“Pelayanan dimasa pandemi seperti ini tak harus datang mengunjungi fasiltas kesehatan terdekat atau klinik kesehatan setempat. Kecanggihan aplikasi dalam genggaman melalui Mobile JKN sangat membantu segala keperluan bagi masyarakat yang hendak mendaftar sebagai peserta JKN atau peserta yang akan menggunakan berbagai kanal pelayanan dalam aplikasi tersebut,” bebernya.

Bentuk edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat terkait layanan aplikasi Mobile JKN adalah semangat tersendiri untuk menyebarluaskannya.

“Kebaikan BPJS kesehatan disertai pelayanan maksimal, apalagi sekarang ini kecanggihan tehnologi makin tak terbendung. BPJS kesehatan dengan Mobile JKNnya dapat memutus mata rantai Covid-19,” tutupnya. ( boody)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

More in JATIM




loading…





Advertisement

Trending

Advertisement
To Top
%d blogger menyukai ini: