Connect with us

Bersyukur, JKN-KIS Selalu Dampingi Peni Saat Sakit

JATIM

Bersyukur, JKN-KIS Selalu Dampingi Peni Saat Sakit

Landjar Supeni berusia 69 tahun peserta JKN-KIS PBPU kelas 3 mandiri perorangan

SURABAYA, JATIM, BN – Perempuan yang memiliki nama panjang Landjar Supeni berusia 69 tahun merasa bersyukur karena beberapa kali sakit hingga hari ini dirawat di Rumah Sakit Muji Rahayu yang terletak di Jl.Raya Manukan Wetan kawasan Surabaya Barat, Jawa Timur selalu didampingi oleh Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat.

Untuk diketahui, sejak tergabung menjadi peserta JKN-KIS , Peni (Panggilan akrab Landjar Supeni-red) sempat menjadi peserta BPJS Kesehatan segmen Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) kelas 1 mandiri sampai dengan bulan Januari 2020.

“Karena saya merasa keberatan dengan iuran dikelas satu, kemudian saya memutuskan untuk turun kelas menjadi kelas tiga mandiri,” tutur Peni kepada wartawan Koran Investigasi Bidik Nasional & bidiknasional.com di RS. Mugi Rahayu Surabaya (19/11/2020), siang.

Sebelumnya kata Peni, beberapa kali kartu JKN miliknya telah ia gunakan ketika mengalami sakit lambung dan penyakit Diabetus Militis (DM) untuk kontrol rawat jalan di RS BDH Surabaya.

“Berlanjut hari ini 19 November 2020, setelah menjalani pemeriksaan intensif, saya diwajibkan rawat inap oleh dokter dengan penyakit yang sama,” ungkapnya.

Kesetiaan kartu JKN ini lanjutnya, tidak perlu dipungkiri lagi. Beberapa kali ia gunakan untuk berobat, namun tidak sekalipun ,pernah diminta oleh rumah sakit atau fasilitas kesehatan membayar atau dengan mengeluarkan uang pribadi pada setiap kunjungannya.

“Semuanya gratis mas.Kecuali jika ada resep dokter yang obatnya tidak dijamin oleh BPJS Kesehatan. Secara keseluruhan semuanya free,” ujarnya.

Mengenai intensitas penggunaan kartu JKN miliknya, Ibu yang bertempat tinggal di Manukan Lor 6, Banjar Sugihan , Tandes, Surabaya ini mengaku,setiap bulan KIS selalu digunakan untuk kontrol.

“Sering berpindah-pindah, kalau tidak ke Fasiltas kesehatan tingkat 1 Puskemas Manukan Kulon, ya,, ke RS BDH dan ke RS. Mugi Rahayu. Untuk lebih hematnya, saya akan memilih yang terdekat, sesuai dengan sakit yang saya rasakan,” kata Peni.

Kali ni sambung Peni, ia lebih memilih RS.Mugi Rahayu dengan alasan karena sengaja menghindari RS yang pasiennya begitu banyak.

“Di masa pandemi Covid-19 yang belum usai, kehati-hatian itu wajib mas, maka dari itu saya memilih rawat inap di RS Mugi Rahayu, karena pasiennya tidak terlalu banyak dapm satu ruangan,” ucapnya.

Menjawab pertanyaan wartawan mengenai pelayanan selama berobat menggunakan kartu BPJS Kesehatannya, Peni menjelaskan, pelayanan sudah bagus. Tidak ada tambahan biaya diluar pembiayaan yang telah ditanggung BPJS Kesehatan.

“Kecuali jika kita memilih naik kelas atau meminta secara pribadi platform khusus seperti obat diluar JKN-KIS atau pindah kelas perawatan,” tegasnya.

Sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional wanita asal Surabaya ini berharap pelayanan BPJS Kesehatan untuk terus ditingkatkan.

“Pelayanan yang sudah bagus, saya minta terus ditingkatkan.Saya akan menyalahkan masyarakat yang sampai hari ini belum menjadi peserta JKN. Jelas untung menjadi peserta, karena hanya bayar Rp.25.500,- (Dua Puluh Lima Ribu Lima Ratus Rupiah) perbulan perorang, seluruh biaya dijamin,” tutupnya.(boody)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

More in JATIM




loading…





Advertisement

Trending

Advertisement
To Top
%d blogger menyukai ini: