Connect with us

Empat Kali Operasi, Pudjiati : JKN-KIS Jadi Andalan

JATIM

Empat Kali Operasi, Pudjiati : JKN-KIS Jadi Andalan

Pudjiati (52) Warga Ngagel Mulyo Kota Surabaya Jawa Timur peserta JKN-KIS

SURABAYA, JATIM, BN – Menerangkan kepada wartawan Koran Investigasi Bidik Nasional dan bidiknasional.com , perihal perjalanan pengobatan dirinya yang pernah menjalani empat kali operasi dengan penyakit berbeda diberbagai Rumah Sakit di Surabaya, Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) selalu menjadi andalan.

Adalah Pudjiati (52), Warga Ngagel Mulyo Kota Surabaya Jawa Timur terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan segmen peserta Penerima Bantuan Iuran Daerah (PBID) Kota Surabaya, nomor peserta 000078737XXXX, fasilitas kesehatan tingkat 1 Puskesmas Ngagel Rejo.

Perempuan yang akrab disapa bu Pudji ini mengaku kartu JKN miliknya pernah dipergunakan untuk operasi usus buntu di RSI Ketintang Surabaya pada bulan oktober 2017, operasi usus melintir 14 Februari 2018 di RSI Jemur Sari Surabaya, operasi hernia 19 Agustus 2018 dan operasi tumor kelenjar getah bening 22 September 2018 di RSU Haji Sukolilo Surabaya.

“Sejak tahun 2017 kartu JKN-KIS saya jadikan andalan untuk berobat. Terhitung empat kali operasi, delapan kali kemo, bahkan sampai hari ini baik berkunjung ke Puskesmas atau rawat jalan di RSU Haji Sukolilo Surabaya kartu sakti KIS selalu menjamin semua pembiayaan,” tutur Pudji di halaman ruang Marwah RSU Haji Surabaya, Jum’at 8 Mei 2021, siang.

Merasakan kemudahan ketika berobat, dilayani tidak dibedakan serta seluruh biaya pengobatan gratis kata Pudji, BPJS kesehatan benar-benar memberikan jaminan kesehatan kepada Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) seperti dirinya.

“Syukur alhamdulillah walaupun kartu KIS saya dapatkan dari pemerintah, yang terpenting sampai detik ini saya merasa sehat berkat BPJS Kesehatan,” tegasnya.

Pudji menambahkan, lebih tepatnya program penjaminan kesehatan tanpa pandang bulu. Meringankan beban keluarga dan masyarakat sangat terbantu dengan adanya program tersebut.

“Saat pertama operasi, saya sempat ragu-ragu, apakah saya nanti dilayani tidak dibedakan?. Ada yang rasan-rasan katanya pasien BPJS disepelekan oleh para medis. Kenyataan yang saya alami sendiri ternyata tidak. Hingga begitu seringnya saya berobat RS Haji, petugas administrasi pendaftaran, perawat dan dokter sudah seperti keluarga.Mereka baik dan sopan,” ujarnya.

Bercerita mengenai rawat inap sendiri, wanita yang bekerja sebagai ibu rumah tangga ini mengatakan bahwa ia pernah menginap selama satu bulan dua kali berturut-turut di RSU Haji Sukolilo Surabaya.

“Hampir dalam hitungan setahun terhitung dari 2017 sampai 2018 dua kali rawat inap selama sebulan, bisa dibilang keluar masuk. ‘Ngamar seminggu kaleh minggu’ (Rawat inap satu minggu dua minggu-red) sudah tidak bisa dihitung lagi alias keseringan mas,” kata Pudji sembari tersenyum.

Dipenghujung pembicaraannya Pudji menyampaikan ucapan terimakasihnya kepada pemerintah dan BPJS Kesehatan yang telah sudi membayarkan biaya pengobatannya.

“Sampai sekarang saya tetap menjalani rawat jalan pada poli Hematologi RS Haji. Saya pribadi berharap, semoga program BPJS kesehatan terus hadir memberikan ketentraman, kenyamanan dan pelayanan yang terbaik,” tutupnya. (*/boody)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

More in JATIM




loading…





To Top
%d blogger menyukai ini: