28/01/2022

BIDIK NASIONAL

Berita Investigasi

Situasi Covid-19 Surabaya Turun ke Level 2, Arif Fathoni DPRD Surabaya : Dorong RHU Buka Kembali Namun Ada Syaratnya

3 min read

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi

SURABAYA, JATIM, BN – Berdasarkan data asesmen situasi Covid-19 yang dirilis Kementerian Kesehatan (Kemenkes) per tanggal 4 September 2021, Kota Surabaya saat ini berada di Level 2. Turunnya situasi Covid-19 di Kota Pahlawan ini tentu dipengaruhi oleh beberapa hal.

Salah satunya, positivity rate di Kota Surabaya saat ini berada pada angka 1,61 persen, jauh di bawah standar WHO yang sebesar 5 persen. Positivity rate adalah perbandingan jumlah kasus Covid-19 dengan jumlah tes. Semakin rendah angkanya, semakin menunjukkan kecilnya tingkat penularan, yang menunjukkan keberhasilan pengendalian pandemi.

Sedangkan untuk rasio tracing kontak erat berada di angka 1:18,47, menjadi salah satu yang tertinggi di Indonesia dan telah melampaui standar Kemenkes sebesar 1:15. Testing di Surabaya pun sangat masif, mencapai 58.000 dalam tujuh hari terakhir. termasuk salah satu yang tertinggi di Tanah Air dan telah melampaui standar WHO.

“Alhamdulillah, berkat gotong royong semuanya, kita lihat indikator-indikator pengendalian pandemi menunjukkan tren yang bagus. Mulai test, trace, semuanya masif. Itu yang kemudian membuat kita bisa cepat memutus mata rantai penularan, dan otomatis mengurangi risiko keparahan pasien karena begitu positif langsung tertangani,” kata Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, Minggu (5/9/2021).

Tingkat kesembuhan (case recovery rate) mencapai 95,55 persen, di atas rata-rata nasional, menunjukkan kapasitas respons sistem kesehatan yang bagus. Adapun tingkat kematian (case fatality rate) Surabaya di angka 3,7 persen, juga salah satu yang terendah. Sedangkan tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit atau bed occupancy rate (BOR) per 4 September 2021 terus turun menjadi 16,54 persen.

“Soal treatment ini kerja kolaboratif semuanya. Terima kasih tenaga kesehatan, TNI, Polri, dan semuanya. Kami akan terus jaga kapasitas respons sistem kesehatan ini, sehingga Surabaya selalu siap melayani, tapi tentu kita berharap semua warga sehat, gak onok maneh yang terpapar,” papar Wali Kota Eri.

Wali Kota Eri mengatakan, pengendalian pandemi ini menjadi pintu pembuka pemulihan ekonomi. “Insya Allah dengan turun situasi ke level 2, ekonomi bisa kembali bergerak, lapangan kerja terbuka, dan kita bisa bantu warga untuk kembali menata kesejahteraannya,” jelasnya.

Terkait vaksinasi, capaian vaksinasi dosis pertama sebanyak 1.995.317 atau 89,96 persen dari target 2,2 juta jiwa. Kemudian, vaksinasi dosis kedua mencapai 1.356.831 dengan persentase 61,17 persen dari target.

“Kita optimistis bisa segera full 100 persen target sasaran warga tervaksin, karena sekarang seminggu dua kali kita mendapat kiriman vaksin. Kita bersama Forkopimda Kota Surabaya juga melakukan vaksinasi menggunakan mobil vaksin di kelurahan. Vaksinasi juga kita lakukan di puskesmas,” ungkapnya.

* Turun Level PPKM, RHU di Surabaya Wajib Taat Prokes dan Pengunjung Pegang Sertifikat Vaksin

Anggota Komisi A Bidang Pemerintahan dan Hukum DPRD Kota Surabaya Arif Fathoni  

Seperti diberitakan sebelumnya oleh bidiknasional.com, menjadi lampu hijau bagi para pengusaha non essential khususnya bagi pelaku usaha Ruang Hiburan Umum ( RHU) di Surabaya. Pasalnya rencana penurunan level PPKM di Surabaya dalam waktu dekat akan diturunkan menjadi level dua.

Hal itu diutarakan oleh Anggota Komisi A Bidang Pemerintahan dan Hukum DPRD Kota Surabaya Arif Fathoni saat memberikan penjelasan kepada media ini, terkait pembukaan RHU sebagai bentuk ruang hiburan.

” Insya allah PPKM level 3 yang sudah berjalan, akan selesai pada tanggal 6 September 2021.Kemudian level PPKM akan turun dilevel dua,” terang Arif Fathoni di Surabaya (01/09), sore.

Lebih lanjut politisi partai Golkar ini menjelaskan, dorongan relaksasi bertujuan agar roda ekonomi masyarakat bergulir kembali normal. Untuk para pelaku industri hiburan harus berpegang teguh dan berkomitmen selalu menjaga protokol kesehatan.

” Tetap ada syarat-syarat yang harus dipenuhi bagi pengusaha RHU supaya mata rantai penyebaran Covid-19 di Surabaya ini terus menurun,” lanjutnya, “nantinya pelaku usaha harus mematuhi syarat-syarat ketentuan. Bagi pengunjung tempat hiburan wajib menunjukkan bukti sertifikat vaksin,” tegasnya.

Selain itu , kata dia menjadi tanggung jawab penuh pengelola, jika hal tersebut dilanggar. ” otoritas nilai ketaatan ada pada pengelola. Tentu kami juga melakukan pengawasan. Sekali lagi insya allah nanti ditanggal 7 September 2021 RHU sudah bisa dibuka kembali di kota Surabaya ini,” bebernya. (boody)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

bidiknasional.com/by_boodysank@gmail.com | Newsphere by AF themes.