17/10/2021

BIDIK NASIONAL

Berita Investigasi

Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak Hadiri Workshop Petani Di Desa Sumursongo

2 min read

MAGETAN, bidiknasional.com – Komandan Koramil Tipe B 0804/ 07 Karangrejo Magetan, menerima Kunjungan Kerja Wakil Gubernur Jawa Timur Dr.H.Emil Elestianto Dardak,B.Bus.M.Sc,bertempat di Balaidesa Sumursongo Kecamatan Karas Kabupaten Magetan, Jum’at ( 24/09 ).

Kunjungan tersebut dalam rangka workshop petani dan pengembangan pertanian organik didesa Sumursongo yang juga dihadiri oleh Bupati Magetan Dr.Drs Suprawoto.SH.Msi.,Ka Bakorwil Madiun , Kadin TPHPKP Kab Magetan Uswatun Kasanah serta Dirut kelembagaan BNI, Sis Apik Wijayanto.

Dalam sambutanya, Wakil Gubernur Jatim mengatakan, pemuda dan pemudi harus bangga menjadi petani yang canggih. Melalui pemuda, regenerasi Sumber Daya Manusia (SDM) di pertanian akan menjadi profesi yang menjanjikan. Banyak kreativitas, ilmu pengetahuan dan teknologi yang bisa diterapkan dan dikembangkan di sektor ini.

Dikatakannya, melalui kecanggihan teknologi diharapkan para pemuda dan pemudi semakin tertarik dengan sektor pertanian yang paling banyak menyerap tenaga kerja.

Menurut Emil, melalui pengembangan tanaman organik, para generasi muda mulai bisa melihat dan mengenal dari dekat sebuah benih dalam beberapa waktu bisa berubah menjadi tanaman yang siap bisa dimakan, sehat dan alami.

Melalui pengamatan serta pengembangan ujar Emil, akan bisa menjadi kultur agraris yang muncul secara bertahap. Dengan sebuah tahapan bagaimana generasi muda mulai mencintai lahan-lahan pertanian. “Inilah merupakan pengembangan sebuah kultur yang dibangun secara perlahan oleh generasi muda untuk bisa menjadi pengusaha di sektor pertanian,” ujarnya.

Lanjut Emil pula, keterbatasan lahan saat ini bukan menjadi alasan, karena dengan menanam melalui sistem hidroponik keterbatasan lahan bisa disiasati. Jawa Timur luas lahannya hanya 48.000 kilo meter persegi dengan jumlah penduduk saat ini 40 juta orang. Dengan keterbatasan lahan mengolah pertanian tidak bisa tanpa menggunakan teknologi.

“Dengan keterbatasan lahan kalau sektor pertanian tidak menggunakan teknologi akan ketinggalan,” tuturnya.

Oleh sebab itu kata Wagub, tenagakerja di sektor pertanian diharapkan diregenerasi dengan mereka pemuda yang menguasai teknologi pertanian. Harapan tersebut terletak pada para pemuda-pemudi yang belajar ilmu pertanian organik.( By R07 / Ashar )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Enesysone Group Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.