10/12/2022

Dicari Karena Berani Dibaca Karena Fakta

Dorong PT Percepatan Pembangunan Daerah, Ini Pesan Gubernur Khofifah

3 min read

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa

MALANG, BIDIKNASIONAL.com – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mendorong Perguruan Tinggi (PT) untuk menghasilkan berbagai inovasi guna percepatan pembangunan daerah. Menurut Khofifah, inovasi akademis dan teknologi merupakan kolaborasi yang pas untuk menjawab tantangan global kekinian.

Pesan tersebut disampaikan Khofifah saat membuka seminar nasional bersama Forum Rektor Indonesia (FRI) bertajuk, ‘Strategi dan Inovasi Pengembangan Perguruan Tinggi Menuju Daya Saing Global’ di Auditorium Prof. Dr. Kh. M.Tholhah Hasan Gedung Ap-As’ary Universitas Islam Malang, Selasa (11/1).

Khofifah mengatakan, pemerintah daerah cenderung terjebak oleh rutinitas jika tidak dibangun kolaborasi strategis dengan perguruan tinggi. Maka dari itu, terselenggaranya seminar nasional oleh forum rektor menjadi bagian penting untuk bisa melahirkan ide-ide brilliant yang bisa dimaksimalkan. Sehingga, proses pembangunan daerah di berbagai sektor dan lini cepat terpenuhi.

Khofifah mengatakan, peran penting perguruan tinggi bagi daerah ketika wabah pandemi Covid-19 mengalami lonjakan secara eksponensial. Sebagai contoh, Rektor Brawijaya maupun UNISMA ikut turun ke kampung-kampung mengajak warga disiplin protokol kesehatan.

Tak hanya itu, lanjut Khofifah, Rektor Institut Teknik Sepuluh November (ITS) Surabaya membuat robot untuk membantu tenaga kesehatan agar tidak bersentuhan dengan pasien. Rektor Universitas ITB memberikan ventilator. Bahkan Rektor Universitas UGM membuat alat deteksi Covid-19, yakni GeNose.

“Manfaatnya secara langsung bisa dirasakan dan sangat besar. Maka, melalui pertemuan seminar nasional, semakin menguatkan kembali strong kolaboration antar perguruan tinggi dan seluruh jajaran kepala daerah,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Khofifah juga memberikan beberapa masukan perihal peningkatan efektifitas tol laut dan peningkatan peternakan dan pertanian. Selain itu, Gubernur Jatim juga berharap jika dunia akademis bisa terkoneksi dengan dunia teknologi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Jadi, tidak hanya inovasi akademik, akan tetapi inovasi teknologi juga turut didorong agar berkesinambungan untuk menjadi elite intelektual yang makin besar manfaatnya bagi Indonesia,” tuturnya.

“Kami mohon para rektor ikut membantu mensinkronkan inovasi akademik dan inovasi teknologi,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Forum Rektor Indonesia (FRI) Panut Mulyono mengatakan, ada banyak karya perguruan tinggi yang bisa menjadi solusi mengatasi persoalan bangsa. Melalui seminar nasional, para pimpinan perguruan tinggi menumbuhkan kembali konektivitas antar individu melalui semangat kenormalan baru dengan karya unggul dan inovatif demi kebersamaan.

“Perguruan Tinggi bisa memberikan kontribusi bagi bangsa serta memberikan reputasi rujukan berskala global,” tuturnya.

Senada, Rektor Universitas Islam Malang Masyuri Bakri berharap, seminar nasional menjadi ikhtiar bersama untuk menyiapkan SDM berdaya saing tinggi. Sebab, kata dia, kampus memiliki potensi membuat gerakan perubahan melalui inovasi yang dimunculkan untuk menjawab tantangan masyarakat. “Mari bergerak menyesuaikan kebutuhan zaman,” tegasnya.

Lebih lanjut, seminar nasional tidak sekadar memberikan inspirasi bagi perguruan tinggi yang sudah unggul, melainkan juga berlaku bagi perguruan tinggi lainnya agar maju bersama. “Insyaallah dengan kebersamaan kita bisa melakukan itu semua,” tandasnya.

‚óŹ Terima Bantuan Terdampak Gunung Semeru

Di akhir acara, Gubernur Khofifah menerima bantuan berupa uang senilai Rp 300 juta dari Ketua Forum Rektor Indonesia (FRI) untuk Masyarakat Kabupaten Lumajang yang terdampak awan panas guguran Gunung Semeru yang secara langsung dilanjutkan penyerahan kepada perwakilan pemkab Lumajang.

Ketua FRI Panut Mulyono mengatakan bahwa, belakangan ini cukup banyak bencana alam terjadi di Indonesia salah satunya awan panas guguran gunung Semeru di Kabupaten Lumajang.

“FRI turun dengan memberikan dana yang diserahkan kepada Gubernur Khofifah dan secara langsung diserahkan kepada perwakilan bupati Lumajang yang hadir. ,” ungkapnya.

Melalui bantuan yang diserahkan kepada Gubernur Khofifah, Panut berharap gotong royong terus dipertahankan dengan baik sehingga menumbuhkan kepedulian dan empati bagi kemaslahatan umat manusia.
“Perkuat persatuan dan gotong royong melalui lintas bidang dan generasi,” tegasnya. (dji)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.