28/01/2022

BIDIK NASIONAL

Berita Investigasi

Gotong Royong Tiga Pilar Bersama Masyarakat Atasi Kebakaran di Lahan Warga Pergam

3 min read

RUPAT, BENGKALIS, BIDIKNASIONAL.com – Kembali terjadi kebakaran lahan milik warga masyarakat di Pergam Rupat Riau, kamis, 13/01/2022 berkisar pada pukul 05.00 Wib yang dilokasi jalan sepakat laut.

Diketahui, si jago merah telah berKeaksi dilahan warga masyarakat pergam karena cuaca yang sangat panas dan lokasi tersebut merupakan titik rawan terjadi kebakaran.

Dilokasi kejadian, warga kelurahan pergam mengharapkan pada Pemerintah Kabupaten Bengkalis agar memberi peralatan penanganan kebakaran bagi Kelurahan Pergam.

” Seperti kejadian sekarang ini, upaya secepat mungkin warga bisa membantu pemadaman,” ujar salah satu warga.

Sementara sambung dia, “kita menunggu bantuan dari tim Pemadam Kebakaran, BPMPB, MPA. Selain ini juga sudah memasuki cuaca musim panas,” imbuhnya.

Lurah pergam HARIADI, S. Pd. Saat di konfirmasi bidiknasional.com melalui selulernya mengatakan, “Saya sebagai lurah dikelurahan ini sangat bimbang dengan cuaca sekarang ini. Memang sangat luar biasa panasnya dari pada bulan sebelumnya, dan Saya akan memberi peringatan pada semua warga jangan sekali kali bermain api karna cuaca sangat panas, dan apabila warga tidak menerima peringatan ini dan menjumpai kejadian tentang titik api, Saya sebagai Pemerintah kelurahan pergam tidak bisa membantu untuk penyelesaian nya,( hukum, sanksi ). Karna permasalahan api sangat sensitif dari Pemerintah pusat. Dan apalagi pulau kita ( Rupat-red ) berbatasan dengan negara luar ( Malaysia-red). Jadi marilah kita bersama sama menjaga dan mengikuti peringatan ini karna permasalahan api sangat sensitif,” ungkap HARIADI, S, Sos.

Menambahkan Bripka Amriadi juga saat di hubunungi wartawan mengungkapkan,” kalau permasalahan api sangat sensitif karna Pemerintah pusat sudah mengeluarkan perintah agar Jangan Ada Lagi titik api yang marak seperti tahun tahun yang lepas ,dan apabila terjadi akan meresakan negara jiran. Dikarnakan asap yang begitu merebak keseluruhannya bisa menimbulkan penyakit ( Asma-red),” ujarnya.

“Saya menghimbau pada warga masyarakat keseluruhnya, jangan sekali kali bermain dengan api masih kecil ia bersahabat apabila udah besar menjadi lawan contoh sekarang ini aja baru beberapa Menit ia udah membesar jadi kewalahan untuk memadamkan apalagi cuaca panas dan air untuk menyiram tidak ada terpaksalah menunggu air laut naik ( pasang) baru dapat di atasi,” ungkap amriadi

Lebuh jauh dia memaparkan,” kami dari pihak POLRI, TNI ikut serta dalam pemadaman api yang pertama di kelurahan pergam dijalan sepakat RT 05/ RW 02 , dengan memakai alat mesin air dan ada juga alat manual karna kami kekurangan alat penyiraman,kalau ini tidak secepatnya dipadamkan Akan merebak kelokasi lain dikarenakan sistem saat ini anginnya sangat kencang dan luar biasa panas,” ungkap anggota polsek Rupat ini.

Terpisah Serka Hendrik Fallar saat di konfirmasi menjelaskan hal yang sama. Terkait permasalahan api ini memang sangat sangat sensitif dikarnakan program pemerintah pada musim sekarang ini Pemerintah udah memberikan perintah untuk semua instansi pemerintahan agar waspada pada musim panas ini dan Jangan sampai terjadi lagi seperti beberapa tahun tahun yang lalu sampai semua instansi tidak bisa beraktivitas seperti biasanya

“Jadi Saya juga menghimbau seluruh warga yang berada dipulau Rupat jangan lah sekali kali bermain dengan api, karna permasalahan ini sangat besar sanksi hukumnya, Apa bila kita udah terjerat dengan hukum sulit untuk diamankan, jadi marilah kita jaga lingkungan kita jangan sampai terulang kembali, karna untuk menjaga kita harus ada kesadaran dan berpikiran yang fositif, mudah mudahan karna ada kebersamaan sebesar apapun dapat dikendali,” terang Serka hendrik fallar anggota Koramil tersebut.

Rilis : AGUNG

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

bidiknasional.com/by_boodysank@gmail.com | Newsphere by AF themes.