JATIMNGANJUK

Struktur OPD Nganjuk Digabung ke Dinas Kominfo Humas Terancam Mandul, OPD Berdiri Sendiri

Kantor Dinas Kominfo Nganjuk (Foto.dok: ag/ry)

NGANJUK, BIDIKNASIONAL.com – Semenjak Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016, Struktur Organisasi Tata Kerja (SOTK) pemerintahan di kabupaten/kota dilakukan penyegaran. Salah satunya yakni penggabungan Hubungan Masyarakat (Humas) ke Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo).

Penggabungan ini menurut mantan Humas di era Bupati Sutrisno yang enggan namanya disebutkan, akan berdampak kepada kinerja Humas dalam mempublikasikan setiap kegiatan kepala daerah.

“Humas penyambung lidah pimpinan, sekarang jadi persoalan ada ketentuan akan digabungkan dengan struktural Dinas Komu­nikasi dan Informasi (Disko­minfo), hal ini akan berdampak terhadap kewenangan humas,” ujarnya ketika di temui di rumahnya, Selasa (20/12/2022).

Lebih jauh dikatakannya, Humas diharuskan dekat dengan pimpinan. Karena Humas meru­pakan penyambung lidah pimpinan pilihan rakyat dan seharusnya digabung dengan Sekretariat Dae­rah.

“Saat dipilih oleh masyarakat, otomatis kepala daerah menjadi pejabat publik. Setiap kegiatannya perlu diketahui oleh masyarakat, apakah bekerja atau memang tidak bekerja,” tuturnya.

Beliau menyebut bahwa saat ini di Pemkab Nganjuk, Kabag Humas berada di Sekretariat Daerah dengan jabatan eselon II.a. Me­ngacu kepada PP 18 Tahun 2016, Humas akan digabung ke Dis­kominfo. Sehingga nantinya Hu­mas otomatis akan menjadi bidang dengan eselon III.a.

”Ketika Humas berada di Sekretariat Daerah, Humas dapat langsung menyam­paikan pesan pembangunan dan kebijakan pemerintah. Humas dapat langsung bersama bupati, sehingga perannya lebih besar, efektif, efisien dan masuk sasaran,” sebutnya pada wartawan.

Bergabungnya Humas ke Dinas Kominfo akan berakibat mandul terhadap kinerja Humas. Kewena­ngan Humas menjadi terbatas.

Di Pemerintah Kabupaten Nganjuk, keberadaan Humas akan tetap di Sekretariat Daerah. Mantan Kabag Humas menyebut bahwa wa­cana penggabungan Humas ke Dinas Kominfo seharusnya dipisah.

Sebab, berdasarkan pengala­man sebelumnya, ketika Humas digabung ke Dinas Kominfo, kewenangan Humas menjadi terba­tas, mandul dan tidak maksimal dalam mempublikasikan setiap kegiatan kepala daerah. “Seharusnya pertahankan Humas tetap Sekre­tariat Daerah, sehingga media dapat terkontrol dan di tata dengan kegiatan struktural, tidak liar seperti saat ini,” pungkasnya.

Laporan: ag/ry

Editor: Budi Santoso

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button