
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sidoarjo, Munaqib (Foto: ist)
SIDOARJO, BIDIKNASIONAL.com – Pengelolaan Dana Jaminan Sosial (DJS) dengan cara yang efisien dan cermat membuat stabilitas ekosistem Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN bisa tercapai. Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sidoarjo, Munaqib, mengatakan bahwa pengelolaan DJS yang baik akan menjaga keberlangsungan Program JKN melalui dana yang dikelola sesuai dengan peruntukannya.
“Iuran yang dibayarkan oleh peserta JKN akan masuk kedalam DJS ini dan digunakan untuk pelayanan kesehatan, baik pelayanan kesehatan tingkat pertama, maupun tingkat lanjutan. Dana ini bukan miliki BPJS Kesehatan, melainkan milik semua peserta JKN,”ujar Munaqib di Sidoarjo, Jumat (08/08).
Munaqib menambahkan bahwa untuk Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) seperti puskesmas, klinik pratama, dokter gigi, dokter praktik perorangan dibayarkan dengan skema kapitasi dan non kapitasi. Jadi, semuanya sudah diatur sesuai dengan peruntukannya.
“Kapitasi itu adalah menghitung bersaran jumlah peserta yang terdaftar pada FKTP dengan tarif sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 3 Tahun 2023. Sedangkan untuk non Kapitasi sendiri adalah biaya yang dibayarkan sesuai dengan layanan yg diberikan kepada peserta JKN,” tambahnya.
Ia juga menjelaskan terkait pembayaran kepada FKRTL yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan yaitu, melalui skema Indonesian Case Base Groups (INA CBGs). Dimana, nanti klaim yang diajukan oleh FKRTL akan diverifikasi terlebih dahulu oleh BPJS Kesehatan.
“Untuk INA CBGs ini merupakan sistem yang mengelompokan berbagai jenis diagnosis serta prosedur medis menjadi kelompok kasus yang memiliki tarif paket tertetu. dan tentunya, kami harusmelakukan verifikasi terlebih dahulu sebelum klaim tersebut dibayarkan,” jelasnya.
Kolaborasi dengan pemangku kepentingan dalam menjaga ketahanan DJS adalah hal yang penting, sehingga kami akan terus menjaga hubungan baik dengan semua pemangku kepentingan yang ada di Kabupaten Sidoarjo ini.
“DJS ini kan dana amanat yang harus kita kelola dengan baik dan bijak karena semuanya untuk pelayanan kesehatan peserta JKN. Peran dari pemangku kepentingan juga menjadi sangat penting karena untuk menjaga ketahanan DJS ini,” ucapnya.
Munaqib juga menegaskan bahwa prinsip gotong royong ini tentunya untuk kepentingan penyelenggaraan pelayanan kesehatan untuk seluruh peserta JKN. Ia juga berpesan kepada peserta JKN yang masih memiliki tunggakan iuran agar segera dibayarkan.
“Saling berkesinambungan dalam menjaga DJS ini salah satunya adalah membayar iuran tepat waktu. Kalau semisal pesertanya lupa, maka bisa mendaftarkan autodebit. Jika sudah terdaftar autodebit, maka iurannya akan otomatis langsung terbayarkan setiap bulannya, dengan catatan saldo di rekeningnya cukup dengan besaran iuran yang dibayarkan. Ini juga menjadi solusi untuk peserta agar iuran JKN setiap bulannya bisa tetap terbayarkan dan kepesertaan JKN nya bisa terus aktif,” jelasnya.
Diwaktu terpisah, Iqbal Fawwauzi (27), warga candi, Kabupaten Sidoarjo yang terdaftar sebagai peserta JKN dari segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) kelas satu mengatakan bahwa dirinya sudah terdaftar menjadi peserta JKN yang iurannya autodebit. Menurutnya, sistem autodebit ini sangat memudahkan dia dalam membayar iuran karena cukup memastikan saldo yang ada di rekeningnya terisi.
“Iuran yang saya bayarkan tentunya untuk jaminan kesehatan saya pribadi ya, walaupun belum pernah digunakan, tapi saya yakin bahwa iuran ini untuk peserta lainnya juga yang lebih membutuhkan. Dengan gotong royong ini, membuat Program JKN bisa terus berjalan dalam menjamin kesehatan masyarakat,” ucap Iqbal.
Iqbal mengajak kepada seluruh peserta JKN agar rutin membayar iuran setiap bulannya. Jika memang tidak ada waktu untuk membayarnya, ia menyarankan untuk mendaftarkan autodebit melalui aplikasi Mobile JKN.
“Saya sarankan untuk daftar autodebit ya, selain mudah, itu sangat membantu kita dalam membayar iuran setiap bulannya, yang penting saldonya mencukupi ya. Yuk kita sama-sama menjaga ketahanan DJS ini dengan membayar iuran rutin setiap bulannya,” tutupnya
Laporan: rn/dd
Editor: Budi Santoso



