JATIMMALANG

Jaga Status Kepesertaan Tetap Aktif, Luluk : Program JKN Buat Peserta Jadi Tenang

Luluk Farida (Foto: ist)

MALANG, BIDIKNASIONAL.com – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) senantiasa memberikan manfaat komperehensif bagi seluruh masyarakat Indonesia. Tak hanya manfaat dari sisi kesehatan, Program JKN juga turut memberikan perlindungan finansial agar masyarakat Indonesia terhindar dari resiko kemiskinan dengan cara menjamin biaya pelayanan kesehatan bagi peserta aktif Program JKN.

Salah seorang peserta JKN yang telah merasakan perlindungan tersebut adalah Luluk Farida (42), peserta JKN segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP). Luluk yang telah menjadi peserta JKN sejak tahun 2015 ini menceritakan alasannya memilih Program JKN sebagai pelindung untuk dirinya dan keluarga.

“Latar belakang saya adalah seorang ibu rumah tangga yang memiliki usaha UMKM di rumah. Sejak 2015 saya daftar jadi peserta JKN karena saya sadar, tujuan saya adalah untuk menjaga diri saya dan keluarga dari hal-hal yang tidak diinginkan terkait dengan finansial saat sakit. Saya berusaha untuk rutin membayar iuran Program JKN ini karena iuran yang saya bayarkan setiap bulan akan terasa sangat ringan jika dibandingkan dengan manfaat besar yang saya rasakan sebagai peserta JKN,” ungkap Luluk saat ditemui, Jumat (01/08).

Luluk mengatakan bahwa dirinya dan keluarga selalu memanfaatkan Program JKN ini untuk memeriksakan diri ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Ia tidak pernah mengeluarkan uang sepeser pun untuk periksa karena semuanya sudah dijamin oleh BPJS Kesehatan.

Bukan hnya itu, ia juga mengatakan bahwa pelayanan yang didapatkan di FKTP juga bagus. Dari awal pemeriksaan sampai pemberian obat juga terasa memuaskan. Selain itu ia juga mengungkapkan kemudahan untuk mengakses Aplikasi Mobile JKN, menurutnya semua fasilitas yang tersedia juga turut memudahkan peserta JKN. Dari mulai pengambilan antrean online hingga pengaduan yang bisa dilakukan melalui handphone.

“Dari apa yang sudah saya rasakan sendiri manfaatnya selama ini, saya terus memastikan agar selalu rutin membayar iuran tepat waktu. Saya sadar ketika saya menjaga keaktifan itu, saya turut membantu masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan karena sistem gotong royong BPJS Kesehatan ini. Mungkin yang bisa saya lakukan adalah mengajak seluruh masyarakat untuk paham dengan hak dan kewajiban sebagai peserta JKN, bukan untuk diri sendiri tapi untuk keberlangsungan jangka panjang Program JKN ini karena sudah terbukti sangat membantu banyak orang,” ungkap Luluk.

Luluk juga menceritakan pengalaman saat ayahnya dirawat di rumah sakit akibat penyakit diabetes melitus yang membutuhkan penangan lebih lanjut dan harus menjalani rawat inap. Dalam kondisi tersebut ia cukup tenang karena tahu bahwa sudah menjadi peserta JKN. Ia juga sangat bersyukur karena tindakan sigap dari pihak rumah sakit dapat membantu ayahnya segera pulih karena selama menjalani perawatan semua pelayanan yang diberikan sangat memuaskan.

“Pihak rumah sakit tidak sama sekali membedakan pelayanan yang diberikan. Apalagi dalam kondisi seperti itu kami sebagai anak juga pasti memiliki kekhawatiran. Beruntungnya ayah saya juga terdaftar sebagai peserta JKN mandiri dan beliau juga rajin untuk membayar iuran kelas 1 sebesar Rp150 ribu per bulan. Jadi semuanya sudah dijamin, dari mulai masuk IGD sampai dengan mendapatkan obat dan rawat jalan,” katanya.

Pengalaman ini meninggalkan kesan yang cukup mendalam baginya. Ia mengaku sangat terbantu dengan adanya keberadaan BPJS Kesehatan terutama untuk kasus ayahnya. Luluk berharap agar semua yang terlibat di dalamnya baik petugas BPJS Kesehatan maupun petugas kesehatan di faskes dalam memberikan pelayanan yang optimal guna meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Program JKN.

Laporan: rn/gt/red

Editor: Budi Santoso

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button