Didukung Kemendiktisaintek, FK UPN Veteran Jatim Tingkatkan Sanitasi Pasca-Bencana di Aceh

Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat kepada Anak-Anak di Aceh Kabupaten Pidie Jaya
PIDIE JAYA – Peduli Kesehatan Pascabencana, Fakultas Kedokteran UPN Veteran Jawa Timur dengan Dukungan Hibah Pengabdian Kepada Masyarakat dari Kemendiktisaintek Hadirkan Edukasi PHBS dan Sarana Cuci Tangan Portabel di Aceh
Tim RESCUE (RESponse for CommUnity Emergency) Fakultas Kedokteran Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur (FK UPN Veteran Jawa Timur) sebanyak 11 orang kembali menunjukkan komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan tanggap darurat bencana di wilayah Sumatera. Kegiatan ini didukung oleh hibah Program Pengabdian kepada Masyarakat Tanggap Darurat Bencana Periode II dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi dengan Nomor Kontrak 18/UN63.8/Dimas-kontrak/XII/2025. Salah satu kegiatannya adalah edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta distribusi sarana cuci tangan portabel atau mobile hand washing. Sasaran utama program ini adalah anak-anak yang berada di area terdampak bencana. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kabupaten Pidie Jaya sebagai salah satu wilayah yang mengalami dampak signifikan akibat bencana.
Ketua Tim Rescue FK UPN Veteran Jawa Timur Prof. dr. Hj. Rika Yuliwulandari, M.Hlt.Sc., M.MB., Ph.D., Sp.KKLP, Subsp. FOMC menyampaikan bahwa program ini merupakan wujud nyata kepedulian sivitas akademika terhadap kesehatan masyarakat pascabencana. Anak-anak dipilih sebagai kelompok sasaran karena termasuk kelompok rentan terhadap penyakit menular. Edukasi PHBS diberikan secara interaktif melalui permainan, simulasi, dan demonstrasi praktik cuci tangan yang benar. Materi yang disampaikan meliputi pentingnya kebersihan tangan, kebersihan lingkungan, serta kebiasaan hidup sehat sehari-hari. Pendekatan edukatif ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman sekaligus membentuk kebiasaan positif sejak dini. Kegiatan peduli bencana Aceh, Sumatera Utara dan Suumatera Barat ini dilaksanakan pada tanggal 22-28 Desember 2025.
Selain edukasi, tim juga mendistribusikan mobile hand washing ke beberapa titik pengungsian dan lokasi aktivitas anak-anak. Fasilitas tersebut dirancang portabel sehingga mudah dipindahkan sesuai kebutuhan di lapangan. Keberadaan sarana cuci tangan ini diharapkan dapat meningkatkan akses masyarakat terhadap air bersih dan fasilitas sanitasi. Tim Rescue juga memberikan penjelasan mengenai cara perawatan dan pemanfaatan alat agar dapat digunakan dalam jangka waktu panjang. Upaya ini menjadi bagian dari strategi pencegahan penyakit berbasis lingkungan.
Perwakilan pemerintah daerah setempat menyambut baik kehadiran Tim Rescue FK UPN Veteran Jawa Timur. Mereka menilai kegiatan ini sangat membantu dalam memperkuat aspek promotif dan preventif kesehatan pascabencana. Sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dianggap penting untuk mempercepat pemulihan masyarakat. Dukungan dari berbagai pihak juga menunjukkan bahwa penanganan bencana memerlukan kolaborasi lintas sektor. Program ini sekaligus mempertegas peran perguruan tinggi sebagai agen perubahan sosial.

Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat serta Distribusi Mobile Hand Washing
Dosen pendamping kegiatan menjelaskan bahwa pengabdian masyarakat merupakan bagian integral dari Tridarma Perguruan Tinggi. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga mengasah empati dan kepedulian sosial. Pengalaman terjun langsung ke lokasi bencana memberikan pembelajaran kontekstual yang sangat berharga. Mahasiswa dilibatkan dalam seluruh tahapan kegiatan, mulai dari perencanaan hingga evaluasi. Dengan demikian, program ini memiliki dampak ganda, baik bagi masyarakat maupun bagi pengembangan karakter mahasiswa.
Ke depan, FK UPN Veteran Jawa Timur berencana memperluas jangkauan program serupa ke wilayah terdampak bencana lainnya di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Evaluasi berkala akan dilakukan untuk memastikan keberlanjutan dan efektivitas program. Pihak fakultas juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai mitra strategis. Diharapkan, kegiatan ini dapat menjadi model pengabdian masyarakat berbasis kesehatan yang berkelanjutan. Melalui upaya konsisten, kontribusi nyata terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat pascabencana dapat terus ditingkatkan. (ADV/Suwoto)



