
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Wiyanto Wijoyo. (Foto : Nino Wiwantara)
KAB.MALANG, BIDIKNASIONAL.com – Di bulan suci ramadhan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, melalui Dinas Kesehatan menggelar Sidak (inspeksi mendadak) di pasar takjil. Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui keamanan dan kandungan apa saja yang terdapat pada makanan dan minuman yang di jual.
Dengan demikian Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Wiyanto Wijoyo menjelaskan, bahwa dengan adanya sidak tersebut pihaknya telah membentuk tim. Mereka ditugaskan untuk mengambil contoh makan yang akan diujikan, guna mengetahui kandungan yang digunakan oleh penjual takjil.
“Dalam pelaksanaan ini, kami sudah turunkan tim ke beberapa pasar takjil untuk menguji beberapa sampel makanan. Apakah mengandung bahan berbahaya atau tidak,” jelasnya. Rabu, (11/3).
Wiyanto juga menerangkan, kegiatan ini dilakukan agar para konsumen tetap aman, saat mengkonsumsi makan dan minuman takjil. Namun, disisi lain pihak Dinkes juga mengkhawatirkan adanya oknum yang diduga menggunakan bahan-bahan berbahaya untuk meraup untung yang lebih banyak. Seperti, formalin, boraks, rhodamin B atau pewarna makanan.
“Oleh sebab itu, pihak kami melakukan pengambilan sampel makanan dan minuman takjil tersebut secara senyap dan tidak ramai-ramai. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari adanya keramaian, sehingga berpotensi mengganggu pembeli lain dan supaya tidak mengganggu pembeli. Karena bisa mengurangi kenikmatan untuk berburu takjil,” ungkapnya.
Wiyanto juga mengungkapkan, selama sidak tersebut berlangsung pihaknya belum menemukan adanya oknum nakal yang menjual takjil dengan bahan-bahan berbahaya jika dikonsumsi. Seperti halnya, beberapa ciri makanan dan minuman yang mengandung senyawa rhodamin B dapat dilihat dari warnanya yang begitu mencolok.
“Pada intinya makanan atau minuman yang warnanya terlalu mencolok. Biasanya ciri-ciri seperti ini yang sudah jelas mengandung pewarna bukan untuk makanan,” tandas Wiyanto. (NN)



