JATIMSURABAYA

Gubernur Khofifah Bagikan Mushaf Hadiah Raja Salman untuk Masyarakat Jatim

Khofifah saat membagikan Mushaf di salah satu acara di Grahadi (foto: istimewa)

SURABAYA, BIDIKNASIONAL.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membagikan Mushaf Al-Qur’an Madinah hadiah dari Penjaga Dua Tanah Suci, Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud, kepada masyarakat dalam berbagai kesempatan di bulan Ramadhan.

Salah satunya melalui kegiatan Sapa Bansos Amaliyah Ramadhan yang digelar di Pendopo Kabupaten Gresik, Jumat (13/3).

Penyerahan Mushaf Madinah yang merupakan cetakan Madinah Al-Munawwarah itu menjadi bagian dari upaya menghadirkan keberkahan Ramadhan sekaligus memperkuat nilai-nilai spiritual di tengah masyarakat.

Mushaf tersebut merupakan hadiah dari Raja Salman bin Abdul Aziz Al Saud, Raja Kerajaan Arab Saudi sekaligus Penjaga Dua Tanah Suci, yang diberikan kepada umat Islam Indonesia.

Selain di Kabupaten Gresik, Mushaf Madinah juga diserahkan oleh Khofifah kepada masyarakat di berbagai daerah di Jawa Timur saat kegiatan Sapa Bansos Amaliyah Ramadhan, seperti di Kabupaten Pamekasan, Madiun, Lamongan, Tuban, Jombang, Kabupaten Nganjuk dan kabupaten/kota lainnya di Jawa Timur.

“Berbagi Al Qur’an ini merupakan salah satu amaliyah ramadhan yang ingin mendapatkan kemuliaan dan keberkahan di Bulan Suci Ramadhan,” jelasnya.

Gubernur mengatakan, pemberian Mushaf Madinah dari Raja Salman merupakan wujud nyata ukhuwah Islamiyah sekaligus simbol eratnya hubungan persahabatan antara Indonesia dan Arab Saudi.

Menurutnya, perhatian tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam mempererat tali persaudaraan antarbangsa.

“Pemberian ini bukan sekadar simbol berbagi di bulan suci Ramadhan, tetapi juga menjadi cahaya ramadhan untuk masyarakat Jawa Timur sekaligus cerminan hubungan persaudaraan dan persahabatan yang telah terjalin lama antara Indonesia dan Arab Saudi,” ujarnya.

Menurutnya, Al-Qur’an yang dipublikasikan memiliki nilai istimewa karena membantu umat memahami pesan moral dan nilai kehidupan yang terkandung dalam ayat-ayat suci.

“Ramadhan bukan sekedar menahan lapar dan dahaga, tapi juga memperdalam pemahaman nilai-nilai kebaikan.Semoga Al-Qur’an ini menjadi penambah iman dan akhlak, khususnya bagi generasi muda,” kata Khofifah.

Lebih lanjut disampaikannya, Mushaf Madinah bukan sekedar kitab suci yang diberikan kepada masyarakat, namun juga memiliki makna simbolik yang mendalam sebagai wujud persaudaraan umat Islam dunia.

“Mushaf Madinah ini adalah hadiah dari Raja Salman bagi umat Islam Indonesia. Ini bukan sekedar mempersembahkan kitab suci, tapi juga simbol persaudaraan umat Islam yang menghubungkan Tanah Suci Makkah dan Madinah dengan Nusantara,” ujar Khofifah.

Ia berharap Mushaf Madinah yang sampai ke tangan masyarakat dapat menjadi sumber inspirasi dalam memperkuat keimanan sekaligus pedoman hidup dalam kehidupan sehari-hari.

“Kita berharap mushaf ini tidak hanya dibaca, tetapi juga dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga nilai-nilai Al-Qur’an benar-benar hidup di tengah masyarakat,” imbuhnya.

Mushaf Madinah dikenal sebagai salah satu cetakan Al-Qur’an yang paling otentik dan luas digunakan di dunia Islam. Mushaf ini memiliki standar penulisan yang baku, tajwid yang terjaga, serta tata letak ayat yang memudahkan umat Islam dalam membaca dan mempelajarinya.

Dengan tulisan yang jelas dan standar bacaan yang terjaga, Mushaf Madinah menjadi rujukan utama bagi umat Islam di berbagai negara.

“Ketika mushaf ini sampai di tangan masyarakat, harapannya tidak hanya menjadi kitab yang dibaca, tetapi juga menjadi sumber petunjuk, penguat iman, serta penuntun dalam menjalani kehidupan,” jelas Khofifah.

Penyerahan Mushaf Madinah tersebut dilakukan bersamaan dengan rangkaian kegiatan Sapa Bansos Amaliyah Ramadhan, sebuah program yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk menghadirkan keberkahan Ramadhan melalui berbagai aksi kepedulian sosial kepada masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, Pemprov Jawa Timur tidak hanya menyalurkan berbagai bantuan sosial kepada masyarakat, tetapi juga menghadirkan nilai-nilai spiritual Ramadhan yang memperkuat kepedulian, kebersamaan, serta solidaritas sosial di tengah masyarakat.

Khofifah menegaskan, Ramadhan menjadi momentum penting untuk memperkuat kesalehan tidak hanya secara pribadi, tetapi juga secara sosial.

“Ramadhan bukan sekedar menahan lapar dan dahaga, tapi juga tentang berbagi, merawat empati, dan menghadirkan kebaikan bagi sesama. Semoga Mushaf Madinah ini menjadi cahaya Ramadhan yang menguatkan iman sekaligus mempererat persaudaraan umat,” tutupnya. (dji)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button