Sekda Banyuwangi Imbau Masyarakat Hati-Hati Saat Mudik Lebaran

Sekda Banyuwangi DR. Ir. Guntur Priambodo (Dj)
BANYUWANGI, BIDIKNASIONAL.com – Momentum lebaran Idul Fitri 2026 ini, dan antusias masyarakat yang mudik melintas dari pelabuhan penyeberangan ASDP Gilimanuk, Provinsi Bali menuju pelabuhan penyeberangan ASDP Ketapang Banyuwangi, Provinsi Jatim, para pemudik di dominasi mengendarai kendaraan roda dua dan kendaraan pribadi, juga kendaraan umum Bus.
Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Banyuwangi DR. Ir. Guntur Priambodo, menyampaikan kepada Biro Banyuwangi bidiknasional.com,”
“Terimakasih, disampaikan untuk masyarakat Banyuwangi dan seluruh para pemudik dari seluruh Indonesia, hari ini masih masa WFA sistem kerja fleksibel, tentunya Pemerintah membuat kebijakan agar arus mudik maupun balik bisa kondusif lancar, dan aman, tentunya bisa lebih safeti dijalan kepadatan bisa berkurang, pemudiknya bisa bertahap, hatapannya para pemudik hati-hati dijalan, berhenti jika kondisi ngantuk, karena faktor utama dari sebuh indisen itu, rata-rata karena human eror, kecapekan habis berkunjung ke keluarga, sanak saudara, yang tetap jaga kebugaran tubuh, istirahat dahulu jika kondisi capek, lelah” terangnya. Rabu (25/3/2026).
“Selanjutnya, kami berharap masyarakat ikut menjaga kebersihan, kenyamanan, di Daerah yang dilewati, salah satunya buang sampah pada tempatnya, sehingga saat melewati di Kota Banyuwangi terlihat bersih, indah, masyarakat ikut peduli kebersihan dilingkungan tempat tinggal dan dilingkungan tempat bekerja. Juga salah satunya, jangan buang sampah disaat berkendara dengan mobil, dan sepeda motor, buang sampah dijalan”.
“Kita sebagai Pemerintah, berusaha semaksimal mungkin, bagaimana bisa memberikan layanan untuk kenyamanan masyarakat, di pos-pos tertentu, baik di dalam Kota Banyuwangi maupun di sepanjang jalan ada pos-pos kesehatan, jika para pemudik capek, lelah bisa berhenti di pos-pos yang ada, cek kondisi tubuh, tensi darahnya, istirahat sejenak, dan insyaallah.. petugas di pos-pos siap melayani 24 jam”
Harapannya, “kami sebagai Pemerintah Daerah, bersama Staikholder terkait, dalam hal ini juga Pertamina, berusaha bagaimana kita terus memantau kondisi dilapangan berusaha semaksimal mungkin, dan melayani baik, ketika terjadi kelangkaan LPG, dan kita terus menerus melakukan observasi, pengawasan, jika masih dibutuhkan Operasi Pasar di semua Kecamatan terus berlanjut, dan harapan kami, bagi masyarakat untuk tidak panik buying, insyaallah.. dengan data oleh Pertamina untuk stok LPG masih ada, tentunya bagaimana pola pendistribusian senyaman mungkin bisa sampai untuk masyarakat” (Dj)



