
Ilustrasi
MADIUN, BIDIKNASIONAL.com – Tradisi merantau usai momen Lebaran masih menjadi pilihan banyak masyarakat, baik untuk kembali bekerja maupun melanjutkan pendidikan di luar daerah. Di tengah semangat memulai aktivitas kembali, ada satu hal penting yang kerap luput dari perhatian masyarakat, yakni memastikan perlindungan kesehatan tetap terjamin melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Madiun, Wahyu Dyah Puspitasari, menyampaikan bahwa sebelum kembali ke perantauan, masyarakat perlu melakukan beberapa persiapan penting. Selain memastikan kondisi fisik tetap prima dalam menempuh perjalanan, status kepesertaan JKN juga perlu dipastikan tetap aktif dan dapat dimanfaatkan kapan saja saat dibutuhkan.
“Bagi peserta mandiri, pembayaran iuran setiap bulan menjadi hal utama yang tidak boleh terlupakan. Peserta JKN diimbau untuk memastikan tidak ada tunggakan iuran. Apabila terdapat tunggakan, segera lakukan pembayaran agar status kepesertaan kembali aktif dan layanan kesehatan dapat diakses tanpa kendala,” kata Ita, Jumat (27/3) di kantornya.
Selain itu, perubahan lokasi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) juga menjadi hal penting bagi peserta yang berpindah domisili. Dengan melakukan penyesuaian FKTP di tempat tinggal yang baru, peserta akan lebih mudah mengakses layanan kesehatan dasar ketika dibutuhkan.
Tak hanya dari sisi administrasi, kesiapan fisik juga menjadi bekal penting sebelum merantau, salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan adalah menerapkan Gerak 3-3-5, yakni aktivitas fisik minimal 3 kali dalam seminggu, dengan durasi 30 menit setiap sesi, dan dilakukan secara rutin. Aktivitas ini membantu menjaga kebugaran tubuh sekaligus membakar kalori berlebih setelah masyarakat mengonsumsi makanan tinggi lemak selama Lebaran.
“Untuk mendukung gaya hidup sehat, peserta JKN juga dapat memanfaatkan fitur BUGAR yang tersedia dalam Aplikasi Mobile JKN. Melalui fitur ini, peserta dapat memantau aktivitas fisik harian serta mengetahui jumlah kalori yang terbakar, sehingga harapannya peserta dapat lebih terkontrol dalam menjaga kebugaran,” tambahnya.
Ita menambahkan bahwa kemudahan layanan digital saat ini memungkinkan peserta JKN untuk mengkases berbagai kebutuhan program jaminan kesehatan yang diselenggrakan oleh BPJS Kesehatan hanya dalam satu genggaman. Selain fitur BUGAR, fitur Skrining Riwayat Kesehatan secara mandiri dapat dilakukan guna mengetahui potensi risiko penyakit kronis lebih awal, sehingga langkah pencegahan ataupun penanganan lanjutan dapat segera dilakukan.
Salah satu peserta JKN mengaku terbantu dengan kemudahan layanan digital yang tersedia, terutama saat harus berpindah tempat tinggal untuk bekerja di luar kota. Ismira, yang bekerja di luar kota asalnya menilai bahwa persiapan memastikan status kepesertaan aktif dan FKTP sesuai di daerah tempat merantai menjadi langkah penting yang harus dilakukan supaya memastikan bahwa dirinya terlindungi oleh program jaminan kesehatan di mana pun berada.
“Saya biasanya cek melalui Aplikasi Mobile JKN. Perubahan fasilitas kesehatan juga kemarin saya lakukan melalui aplikasi tersbeut. Sangat mudah dan tentu tenang dalam melangkah serta menjalani aktivitas di perantauan,” katanya.
Dengan persiapan yang matang, baik dari sisi kesehatan maupun administrasi, Ismira berharap bahwa dirinya dapat menjalani aktivitas sehari-hari denga naman dan nyaman. Ia juga menyampaikan agar BPJS Kesehatan senantiasa berkomitmen menghadirkan layanan yang mudah diakses guna memastika seluruh peserta JKN tetap mendapatkan perlindungan kesehatan sevara optimal di seluruh wilayah Indonesia.(rn/tk/red)



