JATIMMALANG

Dinas Pendidikan Geber Ketahanan Pangan Berbasis Sekolah di Kabupaten Malang, Sudah Aktif Diterapkan di 15 Sekolah

Bagus Sulistyawan selaku Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang. (Foto : Nino Wiwantara)

KAB.MALANG, BIDIKNASIONAL.com – Program ketahanan pangan berbasis sekolah sudah diterapkan pada banyak sekolah di Kabupaten Malang. Dinas Pendidikan Kabupaten Malang mencatat, sedikitnya 15 sekolah telah aktif menerapkan konsep tersebut.

Seperti yang disampaikan Bagus Sulistyawan selaku Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang,”program ketahanan pangan berbasis sekolah sudah diterapkan pada banyak sekolah di Kabupaten Malang. Dinas Pendidikan Kabupaten Malang mencatat, sedikitnya 15 sekolah telah aktif menerapkan konsep tersebut secara serius, dengan model pengelolaan yang tidak hanya terbatas pada budidaya tanaman,” paparnya. Jum’at, (24/4)

Bagus Sulistyawan juga menjelaskan, bahwa program ini telah dirintis oleh sejumlah sekolah, salah satunya SMPN 1 Wajak yang menjadi contoh pengembangan ketahanan pangan terintegrasi.

“Program ini sebenarnya bukan hal yang baru bagi Kabupaten Malang, karena program ketahanan pangan berbasis sekolah itu tidak hanya ada di SMPN 1 Wajak saja,” jelasnya.

Menurut Bagus, SMPN 1 Wajak bahkan telah mengembangkan berbagai komponen ketahanan pangan, mulai dari kebun pembibitan hingga kolam ikan sebagai sumber pangan alternatif.

“Jadi SMP 1 Wajak ini sebenarnya sudah merintis, dia juga selain Adiwiyata mandiri, dia juga sudah merintis apa-apa yang masuk dalam poin atau komponen ketahanan pangan berbasis sekolah,” urainya.

Ia menegaskan, konsep ketahanan pangan yang diterapkan tidak hanya berfokus pada sektor pertanian, tetapi juga mencakup perikanan sebagai bagian dari pemenuhan kebutuhan pangan.

“Ketahanan pangan yang ada di sini yang sudah diterapkan itu tidak hanya menanam, tapi juga ada kolam ikan. Ketahanan pangan kan tidak hanya dari tumbuh-tumbuhan,” tukasnya.

Lebih lanjut, Bagus menyebutkan bahwa program serupa sebenarnya telah diterapkan di banyak sekolah di Kabupaten Malang, baik jenjang SD maupun SMP. Namun, yang benar-benar fokus dan berkembang optimal saat ini berkisar 15 sekolah.

“Di Kabupaten Malang tidak hanya SMPN 1 Wajak saja yang punya seperti ini, ada sekitar 15 yang sudah menerapkan seperti ini. Jadi hampir semua sudah menerapkan, cuma yang konsen itu sekitar 15-an sekolah,” ungkapnya.

Meski demikian, pemanfaatan hasil dari program tersebut masih terbatas untuk kebutuhan internal sekolah. Belum banyak sekolah yang mengembangkan hasil produksi menjadi sumber pendapatan.

“Kalau dijual sepertinya belum ya, jadi mereka mungkin dari sekolah dan untuk di sekolah. Ke depannya kalau bisa seperti itu kan juga bisa untuk pemasukan untuk sekolah,” katanya.

Seiring dengan dorongan Bupati Malang untuk memperluas program ini ke lebih banyak sekolah, Dinas Pendidikan memastikan bahwa dukungan terhadap program tersebut sebenarnya sudah berjalan.

“Sebenarnya kita sudah banyak sekolah yang menerapkan ini. Jadi Pak Bupati walaupun tanpa ada program itu sudah support,” pungkasnya. (NN)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button