Cuaca Ekstrem Melanda, Basarnas Banyuwangi Minta Nelayan Waspada

BANYUWANGI, BIDIKNASIONAL.com – Badan SAR Nasional (Basarnas) Banyuwangi memberikan perhatian khusus terhadap cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Banyuwangi dan sekitarnya. Imbauan tegas dikeluarkan bagi para nelayan dan pemilik kapal setelah tercatat adanya puluhan kecelakaan laut dalam setahun terakhir.
Kepala Kantor SAR Nasional (Basarnas) Kabupaten Banyuwangi, I Made Oka Astawa, menyatakan bahwa wilayah kerja SAR Tapal Kuda meliputi Probolinggo, Situbondo, Bondowoso, Lumajang, dan Banyuwangi telah menangani 38 layanan SAR sepanjang tahun ini. Peningkatan insiden secara signifikan mulai terjadi sejak 1 Juli 2026 akibat tiupan angin timur-tenggara yang kencang.
“Sejak awal Juli terjadi beberapa kali kecelakaan kapal mulai dari wilayah selatan, timur, sampai utara,” ujar Made Oka pada Selasa (28/7/2026).
Rentetan insiden tersebut di antaranya menimpa sebuah kapal ikan berpenumpang 34 kru dengan muatan 3 ton ikan yang tenggelam akibat mati mesin dihantam ombak di Pelawangan Grajagan. Pada hari yang sama, sebuah kapal pancing juga terbalik di perairan Muncar.
Insiden terbaru menimpa kapal kargo rute Pantai Boom menuju Kepulauan Kangean, Madura, yang mengalami patah as mesin hingga kemasukan air.
Berkat kecepatan laporan dan koordinasi bersama Satpolairud Polresta Banyuwangi, tim penyelamat berhasil mengevakuasi seluruh 6 kru kapal dalam kondisi selamat di perairan Bali.
Mengantisipasi risiko susulan, Basarnas mengimbau para nelayan dan pemilik kapal untuk selalu memeriksa kelayakan armada, membatasi muatan agar tidak melebihi kapasitas, serta memantau informasi cuaca terkini dari BMKG.
Selain itu, setiap kapal wajib dilengkapi alat keselamatan seperti life jacket, peluit, kaca cermin, lampu senter, maupun benda terapung darurat lainnya. (Dj/Spt)



