
MADIUN, BIDIKNASIONAL.com – Pemerintah Kabupaten Madiun terus mematangkan langkah strategis dalam menjaga kedaulatan pangan dan meningkatkan kesejahteraan para petani. Hal tersebut ditegaskan dalam acara Silaturahmi Lintas Sektor Pertanian yang berlangsung di ruang Rapat Graha Eka Kapti, Pusat Pemerintahan Kabupaten Madiun Caruban, Senin (3/8/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, petugas penyuluh lapangan (PPL), dan para petani yang menjadi garda terdepan sektor agraris di Kabupaten Madiun. Acara dihadiri oleh Bupati Madiun Hari Wuryanto, Wakil Bupati Madiun Purnomo Hadi, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), puluhan PPL, serta perwakilan kelompok tani dari berbagai wilayah.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun, R. Ndaru Kendaryanto, melaporkan bahwa kegiatan ini berlandaskan pada Perda Nomor 3 Tahun 2025 tentang RPJMD Kabupaten Madiun. Khususnya pada Misi Ke-3 yaitu pembangunan ekonomi inklusif melalui program unggulan “Petani dan Peternak Sejahtera” (PPKS).
“Maksud kegiatan ini adalah menjalin silaturahmi sekaligus menyinkronkan langkah antara pimpinan daerah, para petani sebagai pelaku utama, dan penyuluh sebagai pendorong teknologi pertanian. Kami ingin mengakselerasi penyelesaian kendala riil di lapangan dari hulu hingga hilir,” ujar Ndaru.
Ia menambahkan, sebagai wujud nyata penguatan sarana pendukung, Pemkab Madiun melalui koordinasi bersama PPL telah mengusulkan program irigasi perpompaan di 30 titik yang tersebar di 15 kecamatan. Usulan tersebut saat ini telah menyelesaikan tahap verifikasi dan pemberkasan di Ditjen Lahan dan Irigasi Pertanian Kementan.
Sementara itu, Bupati Madiun menekankan pentingnya manajemen tata kelola air dan kolaborasi lintas sektor untuk mengantisipasi potensi ancaman iklim seperti kekeringan. Bupati meminta seluruh pihak untuk tidak tinggal diam menghadapi analisis potensi kekeringan.
“Kabupaten Madiun ini memiliki potensi air yang sangat melimpah. Soal kekeringan, itu kunci utamanya ada di manajemen air. Kita mengintervensi dengan bantuan pompa, saluran irigasi, sumur bor, hingga pemeliharaan embung agar debit air tetap terjaga. Petani juga harus efisien menggunakan air,” tegasnya.
Bupati juga mengapresiasi kontribusi sektor pertanian yang menyumbang lebih dari 25 persen PDRB Kabupaten Madiun. Saat ini, Kabupaten Madiun menempati posisi ke-7 sebagai daerah penyangga pangan di Jawa Timur dengan rata-rata produksi padi mencapai 6,8 hingga 7,2 ton per hektar. Pemkab optimistis, melalui kerja sama yang solid antara penyuluh, petani, dan pemerintah, produktivitas tersebut dapat ditingkatkan hingga melampaui capaian saat ini.
“Pertanian tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Pemerintah menyiapkan regulasi dan bantuan sarana prasarana, sementara penyuluh dan petani yang mengimplementasikan di lapangan. Kuncinya ada pada kolaborasi dan keberlanjutan (sustainability)—produksi harus bagus, dan harga panen pun harus tetap terjaga demi kesejahteraan petani,” pungkasnya.
Acara ditutup dengan penyerahan bantuan secara simbolis dari Pemkab Madiun kepada perwakilan kelompok tani sebagai bentuk komitmen nyata dalam mendorong kemandirian dan ketahanan pangan daerah. (Bas)



