
Nabila Testania (22), Foto: istimewa
KEDIRI, BIDIKNASIONAL.com – Kehadiran Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan terus memberikan kepastian perlindungan kesehatan serta kemudahan akses layanan bagi masyarakat. Hal ini dirasakan langsung oleh Nabila Testania (22), seorang fresh graduate asal Kota Kediri. Sebagai peserta JKN segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP) yang didaftarkan oleh pemerintah sejak tiga tahun lalu, ia mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini, terutama saat membutuhkan akses pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan.
“Iya waktu itu dari Kepala Desa minta data untuk didaftarkan BPJS kesehatan dari pemerintah, alhamdulillah terbantu dalam segi pelayanan kesehatan setelah di daftarkan dari desa,” ujar Nabila, Jumat (21/8).
Bagi Nabila, jaminan kesehatan merupakan perlindungan mendasar yang sangat penting, khususnya bagi kalangan muda dan mahasiswa. Pengalaman memanfaatkan layanan JKN dirasakannya saat ia masih menempuh bangku perkuliahan di Malang. Kala itu, kondisi fisiknya menurun akibat penyakit maag yang dipicu oleh pola makan yang tidak teratur.
“Waktu itu saya masih kuliah dan kena sakit maag karena ya wajar ya anak kos sering telat makan. Dulu disuruh pulang sama mama ke Kediri. Kebetulan rumah saya dekat dengan Puskesmas Balowerti, jadi saya langsung berobat ke sana,” ujar Nabila saat menceritakan pengalamannya.
Nabila menjelaskan bahwa penanganan medis yang diterimanya di puskesmas berjalan sangat cepat dan lancar. Karena kondisinya tergolong penyakit ringan, ia mendapatkan pelayanan rawat jalan dan pengobatan rutin hingga sembuh dalam waktu satu minggu tanpa perlu dirujuk ke rumah sakit. Selain penanganan yang responsif, ia memberikan apresiasi tinggi terhadap sikap para tenaga medis dan petugas puskesmas yang melayani pasien dengan ramah dan informatif.
“Selama berobat di puskesmas, pelayanannya sangat baik. Kontrol ke dokter ramah, terus pas ambil obat di bagian farmasi orangnya juga ramah-ramah dan informatif sekali. Tidak ada pembedaan pelayanan sama sekali. Dan yang paling penting, tidak ada iuran atau biaya tambahan sepeser pun, semuanya gratis ditanggung BPJS Kesehatan,” ungkap Nabila.
Tak hanya merasakan manfaat dari sisi penjaminan biaya, Nabila juga memuji inovasi digital yang dikembangkan BPJS Kesehatan melalui aplikasi Mobile JKN. Menurutnya, fitur antrean online pada aplikasi tersebut sangat memangkas waktu tunggu di fasilitas kesehatan sehingga masyarakat tidak perlu lagi mengantri lama secara fisik.
“Kemudahan dari aplikasi Mobile JKN ini luar biasa membantu. Karena biasanya di puskesmas antreannya cukup padat, jadi dengan ambil antrean online lewat Mobile JKN, kita tinggal datang dan menunggu antrean dipanggil sesuai nomor. Jadi tidak perlu mengantri dari awal dan prosesnya jauh lebih efektif serta efisien,” tutur Nabila.
Melihat banyaknya manfaat dan kemudahan yang ditawarkan, Nabila mengajak seluruh masyarakat yang belum terdaftar untuk segera mendaftarkan diri dan keluarganya menjadi peserta JKN. Menurutnya, risiko sakit dapat datang kapan saja tanpa diprediksi, sehingga kepemilikan jaminan kesehatan menjadi prioritas penting untuk melindungi finansial keluarga.
“Sakit itu kan tidak ada yang tahu kapan datangnya. Kalau misalnya tiba-tiba butuh perawatan medis atau bahkan tindakan seperti operasi yang biayanya mahal, pasti akan sangat membebani kalau tidak punya JKN. Jadi menurut saya, bagi masyarakat yang belum mendaftar, segeralah mendaftar JKN,” imbau Nabila.
Ia pun berharap Program JKN dapat terus berkembang dan mempertahankan kualitas layanannya, khususnya dalam hal digitalisasi layanan agar semakin memberikan kemudahan bagi seluruh lapisan masyarakat di masa depan.
“Harapan saya Program JKN ini terus berkembang. Apalagi sekarang jaman digital, keberadaan Mobile JKN ini sangat bagus dan mudah diakses. Masyarakat tentu sangat menyukai hal-hal yang efektif dan efisien seperti ini. Semoga ke depan pelayanannya semakin optimal dan bermanfaat luas bagi masyarakat,” tutup Nabila. (bp/id/red)



