JATIMKEDIRI

Bantu Pulihkan Kesehatan Tanpa Kendala Biaya, Program JKN Jadi Penolong Suyanto

KEDIRI, BIDIKNASIONAL.com – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kembali membuktikan perannya bagi masyarakat, terlebih saat di posisi kondisi kesehatan yang tidak menentu. Manfaat nyata dan perlindungan finansial ketika dihadapkan dengan kondisi kesehata ini dirasakan langsung oleh Suyanto (72), seorang pegawai swasta yang berdomisili di Desa Besuk, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri.

Sebagai peserta BPJS Kesehatan segmen Pekerja Penerima Upah (PPU), Suyanto menceritakan bagaimana program JKN ini memberikan rasa aman serta keringanan luar biasa saat dirinya harus berulang kali menjalani tindakan medis dan rawat inap di rumah sakit. Kronologi bermula dari gejala pembengkakan pada kaki yang dialaminya seusai melakukan aktivitas berjalan sehari-hari.

“Awalnya saya ini sering berjalan tiap hari, lama kelamaan kaki menjadi bengkak. Saat dibawa ke rumah sakit, mulanya dikira sakit jantung, tapi ternyata bukan”, ungkap Suyanto saat ditemui di RSUD Simpang Lima Gumul Kediri (31/8).

Kondisi medis tersebut ternyata memerlukan perawatan intens. Tidak berhenti di tindakan operasi pertama, pada bulan Desember di tahun yang sama, Suyanto kembali harus dilarikan ke rumah sakit karena keluhan pembengkakan kaki yang dialaminya.

Puncak kondisi kritis terjadi ketika ia mengalami infeksi pascaoperasi yang menyebabkan demam tinggi di seluruh tubuh. Rasa panas yang luar biasa membuat Suyanto tidak mampu berdiri maupun beraktivitas, sehingga pihak keluarga langsung membawanya ke rumah sakit.

“Kemarin masuk lagi karena panas, kata dokter ada infeksi bekas operasi dulu. Badan panas semua, tidak kuat berdiri. Begitu datang di rumah sakit hari Jumat siang, penanganannya langsung cepat sekali dan saya langsung dimasukkan ke ruang ICU selama 3 hari 3 malam. Mulai kemarin malam baru pindah ke kamar perawatan biasa,” jelas Suyanto.

Di tengah situasi darurat tersebut, Suyanto mengaku sangat bersyukur dan terharu karena seluruh proses penanganan medis berjalan sangat cepat, sigap, dan tanpa kendala administratif yang rumit. Menurutnya, pelayanan yang diberikan oleh para dokter maupun perawat rumah sakit sangat profesional serta tidak membeda-bedakan status kepesertaan pasien.

“Pelayanannya sangat baik sekali. Begitu datang di rumah sakit langsung ditangani dan tidak dibeda-bedakan dengan pasien lainnya. Petugasnya ramah-ramah. Dan yang paling melegakan, tidak ada biaya tambahan sama sekali yang disuruh bayar dari rumah sakit. Semuanya ditanggung BPJS Kesehatan,” tegas Suyanto.

Bagi Suyanto dan keluarganya, pengobatan penyakit kronis serta perawatan intensif di ruang ICU tentu memerlukan biaya yang sangat besar jika harus ditanggung secara mandiri. Oleh karena itu, keberadaan Program JKN diakui Suyanto telah menjadi penolong utama yang membebaskan keluarganya dari risiko beban ekonomi yang berat.

“Kesan saya memanfaatkan program JKN sangat luar biasa. Saya sangat berterima kasih. Dalam satu tahun ini sudah tiga kali masuk rumah sakit dan semuanya tanpa iur biaya sama sekali. Sangat meringankan beban kami. Tanpa program JKN tentu kami akan sangat kesulitan dari sisi biaya,” tuturnya Suyanto.

Ia berharap Program JKN yang dikelola oleh BPJS Kesehatan dapat terus berlanjut dan semakin optimal dalam memberikan perlindungan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat. Kemudahan akses layanan medis dan kepastian jaminan biaya yang dialaminya merupakan bukti nyata kehadiran negara dalam merawat masyarakatnya di masa-masa sulit.

“Saya berharap program JKN bisa terlus berlanjut dalam mendampingi masyarakat Indonesia ketika harus berhadapan dengan kondisi kesehatan yang tidak diinginkan. Saya juga berharap program ini selalu maju karena sudah memberikan dampak nyata kepada masyarakat Indonesia”, tutup Suyanto. (bp/id/red)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button