
Candra Ari Kusuma (22), mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) asal Sumenep (ist)
MALANG, BIDIKNASIONAL.com – Merantau jauh dari kampung halaman membuat seseorang perlu beradaptasi dengan berbagai hal, termasuk ketika membutuhkan layanan kesehatan. Hal tersebut juga dirasakan Candra Ari Kusuma (22), mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) asal Sumenep yang kini menjalani aktivitas sehari-hari di Malang.
Di tengah kesibukannya sebagai mahasiswa, Candra juga rutin berolahraga tenis dan padel. Aktivitas tersebut membuatnya semakin sadar akan pentingnya menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat dan fit.
Sebagai peserta JKN, Candra sempat mengalami kendala ketika membutuhkan layanan kesehatan di Malang. Pasalnya, fasilitas kesehatan tingkat pertamanya masih terdaftar di Sumenep, sehingga ia perlu melakukan perubahan fasilitas kesehatan agar lebih mudah mengakses layanan JKN di tempat tinggalnya saat ini.
“Kemarin saya sempat sakit karena sering latihan, terus bingung mau berobat ke mana karena data BPJS ada di Sumenep. Saya ke rumah sakit, akhirnya dibantu sama petugas untuk memindahkan fasilitas kesehatan di Malang pakai aplikasi Mobile JKN,” ujar Candra.
Menurut Candra, perubahan fasilitas kesehatan melalui Mobile JKN membuatnya tidak perlu kembali ke Sumenep hanya untuk mengurus administrasi kepesertaan. Setelah fasilitas kesehatannya berubah, ia juga merasakan kemudahan lain saat akan mendapatkan pelayanan kesehatan, salah satunya melalui fitur antrean online.
“Aku sampai sekarang kalau mau berobat nggak perlu antre lagi, karena ternyata di Mobile JKN bisa antre juga. Terutama bisa dilihat jam ketersediaan dokternya, jadi aku bisa langsung datang sesuai dengan jam yang tertera dan mengira-ngira sesuai nomor antrean yang aku dapat,” ungkap Candra.
Kemudahan tersebut membuat Candra terbiasa menggunakan Mobile JKN setiap kali membutuhkan layanan kesehatan. Baginya, berbagai fitur yang tersedia membuat proses berobat menjadi lebih praktis karena sebagian kebutuhan administrasi dapat dilakukan melalui aplikasi.
Pengalaman lainnya dirasakan Candra ketika mengalami mata ikan akibat aktivitas olahraga yang cukup sering. Karena membutuhkan tindakan yang tidak dapat dilakukan di fasilitas kesehatan tingkat pertama, Candra kemudian mendapatkan rujukan ke rumah sakit dan memanfaatkan Mobile JKN untuk melanjutkan proses layanan.
“Terakhir aku sempat operasi mata ikan, emang sering latihan jadi kena gesekan sepatu. Karena di fasilitas kesehatan tingkat pertama nggak bisa untuk operasi, akhirnya aku dirujuk, secara otomatis di Mobile JKN juga langsung ada rujukan rumah sakitnya. Jadi aku bisa daftar dan menjalankan operasi dengan mudah dan nyaman. Aku kira bakal ada biaya tambahan, tapi ternyata gratis ya, semuanya sudah ditanggung dengan BPJS Kesehatan,” ujar Candra.
Pengalaman tersebut membuat Candra semakin memahami bahwa kepesertaan JKN yang aktif dan pemanfaatan layanan digital dapat memberikan kemudahan, termasuk bagi mahasiswa yang tinggal jauh dari daerah asal. Ia pun merasa lebih tenang karena kebutuhan administrasi dan akses layanan kesehatan dapat dilakukan dengan lebih praktis melalui Mobile JKN.
“Buat saya yang merantau, Mobile JKN ini sangat membantu. Jadi kalau butuh berobat di Malang nggak perlu bingung lagi, semuanya lebih praktis,” pungkas Candra.(bp/gt/red)



