Ketua Peradi Banyuwangi Berharap Penyeberangan Pelabuhan Ketapang–Pelabuhan Gilimanuk Lancar

BANYUWANGI, BIDIKNASIONAL.com – Ketua Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Advokat Indonesia (DPC Peradi) Banyuwangi, Eko Sutrisno, S.H., M.H., memberikan penjelasan kepada Biro Banyuwangi bidiknasional.com.
“Terima kasih. Terkait kelancaran lalu lintas kendaraan sampai bulan ini, pemangku kebijakan tentunya harus sudah memiliki solusi supaya penyeberangan lancar. Dahulu kondisi di Banyuwangi baik-baik saja dan tidak ada kemacetan, kecuali jika ada kondisi alam yang tidak memungkinkan. Namun, mengapa sekarang kemacetan terjadi setiap hari? Tentunya ada kesalahan dalam tata kelola. Hal ini harus diperbaiki agar tidak merugikan banyak orang, terutama pengguna jalan,” jelasnya pada Senin (21/9/2026).
Eko menambahkan bahwa kelancaran transportasi ini sangat menentukan kondisi perekonomian. Distribusi dan penyuplaian barang dari Jawa ke Bali akan menghambat perekonomian jika tidak berjalan lancar. Pengusaha terpaksa mengeluarkan biaya ekstra akibat antrean di penyeberangan Pelabuhan Ketapang, yang nantinya akan berpengaruh pada kenaikan harga barang.
Ketika disinggung mengenai pembangunan dermaga di Gilimanuk dan di Ketapang, Eko Sutrisno menegaskan bahwa jika pembangunan tersebut menjadi kendala, seharusnya proses pengerjaannya dipercepat.
“Pemerintah pasti sudah memiliki perencanaan awal sebelum melakukan pembangunan dermaga. Jadi, jika pembangunan itu berpotensi menyebabkan kemacetan, seharusnya kantong-kantong tempat parkir kendaraan yang lebih luas sudah disiapkan agar tidak menghalangi arus lalu lintas. Kasihan juga para sopir kendaraan logistik. Biaya operasional dari perusahaan tidak ditambah, sementara waktu mereka habis karena kendala untuk cepat sampai ke tujuan,” lanjutnya.
Ia juga mengapresiasi petugas Kepolisian yang dinilai sangat baik dalam mengurai kemacetan, terutama di titik-titik rawan. Namun, ia mengingatkan bahwa kerja keras polisi tidak akan menjadi solusi jangka panjang jika tidak didukung oleh infrastruktur yang memadai.
Menurutnya, pengaturan lalu lintas bagaimanapun tidak akan mengubah keadaan jika jumlah kendaraan tidak sebanding dengan ruas jalan yang tersedia.
Eko berharap permasalahan dan pembangunan ini dapat segera diselesaikan dengan baik, sehingga carut-marut kemacetan tidak terjadi lagi di Bumi Blambangan. (Dj)



