
SURABAYA, BIDIKNASIONAL.com – Guna meningkatkan profesionalisme dalam menjalankan tugas sebagai pewarta, Komunitas Wartawan Indonesia (KWI), menggelar seminar dan pelatihan jurnalistik, di Hotel Sahid Surabaya. Minggu (27/09/2026).
Acara yang diikuti seluruh wartawan dari berbagai media di Jawa Timur tersebut, mengusung tema ‘Meningkatkan Profesionalisme dan Kualitas Karya Jurnalistik’.
Hadir pula berbagai sumber yaitu Fatchur Rohman, selaku Web Developer Literasi Digital, M. Khoirul Rijal, S.Sos., M.Sosio, Produser Program Info Jatim Kominfo Jatim, Dr. Zaibi Susanto, S.H., M.H., yang menyampaikan materi terkait hukum jurnalistik, serta Arju Herman sebagai praktisi jurnalistik.
Dalam seminar dan pelatihan, membahas peningkatan kapasitas jurnalis dalam menghadapi perkembangan teknologi digital, penguatan literasi media, pemahaman hukum jurnalistik, serta peningkatan kualitas karya jurnalistik.
Menurut Umar Hayat, A.Md., S.Pd., CFLE, C.LA-D., selaku Ketua Umum KWI, bahwa seminar dan pelatihan jurnalistik ini, guna mendorong peningkatan profesionalisme wartawan serta penguatan dalam berorganisasi pers di Indonesia.
“Harapan dari kegiatan ini juga, agar para wartawan atau jurnalis yang tergabung dalam KWI, bisa meningkatkan keterampilan praktis dalam menulis, memahami etika jurnalistik, dan mengasah kemampuan berpikir kritis untuk menyaring informasi yang benar,” ucapnya.
Selain itu, Kata Umar sapaan akrabnya, seminar dan pelatihan jurnalistik yang digelar KWI agar bisa membantu para wartawan untuk mengembangkan keterampilan menulis dan berkomunikasi teknik dan membatu pemahaman cara menulis berita artikel atupun opini secara efektif serta menarik.
“Seperti penyusunan informasi berita yang memuat unsur 5W+1H (Who, What, Where, When, Why, How) dengan terstruktur, serta kepercayaan diri sebagai wartawan sangat diperlukan guna melatih kemampuan berbicara dan menyampaikan gagasan,” kata Umar.
“Mudah-mudahan para wartawan yang tergabung dalam KWI bisa kompeten dan profesional serta menguasai keterampilan praktis (Hard Skills), mengasah Pola Pikir Kritis (Soft Skills), pemahaman etika dan menangkal hoaks,” sambungnya.
Acara tersebut dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Dr. Zaibi Susanto, S.H., M.H., yang membahas tentang “Merilis Berita Standar Media Mainstream”. Dalam materi nya, ia menyampaikan siaran pers itu umumnya bersifat hard new yaitu aktual, faktual, penting, dan menarik.
“Sebelum mengirim rilis kita harus membaca ulang rilis tersebut. Karena sebuah berita dikatakan bernilai apabila terkait dengan kepentingan berbagai sisi kehidupan manusia. Seperti dari segi aspek psikologikal, keamanan/keselamatan, hubungan antar personal, pengakuan, dan aktualisasi diri,” paparnya.
Selanjutnya, materi kedua disampaikan oleh Arju Herman tentang “Hukum Pers dan Kode Etik Jurnalistik”, “kewajiban pers adalah memberitakan peristiwa dan opini dengan menghormati norma agama dalam rasa kesusilaan masyarakat serta asas praduga tak bersalah (presumption of innocent).
Pewarta – Abd. Rosi



