Dari Nyeri Dada hingga Pemasangan Ring Jantung, Arif Rasakan Manfaat Nyata JKN

Arif Zainuddin (ist)
BOJONEGORO, BIDIKNASIONAL.com – Rasa sakit yang menjalar hebat dari dada hingga ke punggung selepas pulang bekerja menjadi penanda awal detik-detik menegangkan bagi Arif Zainuddin (49). Warga yang bermukim di Kelurahan Ledok Kulon, Kabupaten Bojonegoro ini tidak menyangka bahwa malam itu ia sedang berhadapan dengan serangan jantung yang mengancam nyawanya. Beruntung, kombinasi tindakan medis yang cekatan serta jaminan perlindungan penuh dari Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) berhasil menyelamatkan jiwanya tanpa menyisakan beban finansial sedikit pun.
Peristiwa tersebut bermula ketika Arif yang merasa badannya tidak kunjung membaik memutuskan untuk berobat ke Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Aisyiyah Bojonegoro. Tanpa menunda waktu, tim medis UGD langsung melakukan serangkaian pemeriksaan penunjang, mulai dari ujian laboratorium, elektrokardiogram (ECG), hingga imbasan X-ray dada. Hasil imbasan mengonfirmasi adanya penyumbatan pembuluh darah utama jantung. Untuk mencegah dampak yang lebih fatal, dokter menyarankan tindakan Percutaneous Coronary Intervention (PCI) atau pembedahan pemasangan ring (stent) jantung.
“Saat dokter menjelaskan bahwa saya harus menjalani tindakan pemasangan ring jantung, tentu ada rasa takut dan cemas. Namun di sisi lain saya merasa lebih tenang karena status kepesertaan JKN saya aktif. Saya bisa fokus pada proses pengobatan dan pemulihan tanpa harus memikirkan bagaimana membayar biaya tindakan yang nilainya pasti sangat besar,” tutur Arif, Selasa (29/09).
Selanjutnya, guna mendapatkan penanganan spesialis yang lebih komprehensif, Arif segera dirujuk ke Makmal Katerisasi (Cath Lab) Instalasi Jantung dan Pembuluh Darah RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro. Di bawah kepemimpinan dokter pakar jantung, bersama tim medis yang sigap, prosedur pembedahan pemasangan stent dilaksanakan dengan lancar hanya dalam waktu 40 menit. Pasca-tindakan, Arif yang dalam keadaan sadar penuh langsung dipindahkan ke ruang Intensive Coronary Care Unit (ICCU) untuk pemantauan intensif.
Berdasarkan catatan medis, ia memiliki riwayat tekanan darah tinggi 158/100 mmHg, kadar kolesterol total 210 mg/dL, LDL 179 mg/dL, HDL 25 mg/dL, serta faktor Risiko dari kebiasaan merokok.
“Saya bersyukur menjadi peserta JKN. Pengalaman berharga yang saya alami ini akhirnya dapat teratasi dengan layanan JKN. Saya benar-benar terkejut dan sangat bersyukur ketika mengetahui seluruh biaya operasi hingga perawatan intensif ditanggung sepenuhnya 100 persen oleh BPJS Kesehatan tanpa ada biaya tambahan sama sekali,” ujar Arif.
Menurutnya, kemudahan akses layanan yang diberikan kepada peserta JKN menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam melindungi masyarakat saat membutuhkan pelayanan kesehatan. Seluruh proses yang ia jalani, mulai dari pemeriksaan awal di rumah sakit hingga tindakan medis lanjutan oleh dokter spesialis jantung, berlangsung cepat dan sesuai kebutuhan medis.
“Saya merasakan sendiri bagaimana petugas kesehatan bekerja dengan sigap. Tidak ada perbedaan pelayanan antara peserta JKN dengan pasien lainnya. Semua dilayani dengan baik, ramah, dan profesional. Hal itu membuat saya semakin yakin bahwa JKN benar-benar memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat,” ungkapnya.
Selanjutnya, Arif menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para dokter, tim media, dan seluruh staf rumah sakit yang memberikan pelayanan dengan sangat cepat, ramah, dan profesional.
“Pelayanan yang saya terima sangat humanis tanpa ada diskriminasi terhadap peserta JKN. Saya sangat berterima kasih kepada keluarga dan kerabat yang tiada henti memberikan doa serta dukungan moral. Semoga Program JKN dapat terus berkelanjutan,” ungkapnya.
Setelah kondisinya berangsur membaik, Arif mengaku lebih peduli terhadap kesehatan dan mulai berupaya menerapkan pola hidup yang lebih sehat. Ia juga berkomitmen untuk rutin menjalani kontrol kesehatan sesuai anjuran dokter agar kondisi jantungnya tetap terpantau.
“Sekarang saya lebih menjaga pola makan, mengurangi makanan berlemak, dan berusaha meninggalkan kebiasaan merokok. Saya tidak ingin pengalaman ini terulang kembali. Kesehatan adalah investasi yang sangat berharga, dan JKN telah membantu saya mendapatkan kesempatan kedua untuk hidup lebih sehat,” jelasnya.
Selanjutnya, Arif berharap Program JKN dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan perlindungan kesehatan saat menghadapi kondisi medis yang tidak terduga.
“Saya ingin mengajak masyarakat untuk memastikan kepesertaan JKN tetap aktif. Kita tidak pernah tahu kapan sakit datang. Ketika kondisi darurat terjadi seperti yang saya alami, kehadiran JKN benar-benar menjadi penolong yang memberikan rasa aman dan harapan,” pungkasnya. (ru/red)



