
MADIUN, BIDIKNASIONAL.com – Bagi seorang ibu, melihat anak kesakitan tentu menjadi momen yang membuat hati berdebar. Hal itu pula yang dirasakan Alianita Fauziah, pegawai BPJS Kesehatan Cabang Madiun, ketika putrinya mengalami kecelakaan di sekolah. Sang buah hati terjatuh hingga mengalami luka pada bagian mulut dan rahang yang bergeser.
Sebagai seorang ibu, perhatian Alianita saat itu hanya tertuju pada kondisi putrinya. Di tengah kekhawatiran, ia segera membawa sang anak untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis. Putrinya kemudian mendapatkan pelayanan di RS Hermina Madiun dan harus menjalani tindakan operasi untuk menangani kondisi rahangnya.
“Jujur, sebagai orang tua pasti ada rasa khawatir. Tetapi sejak proses administrasi, pemeriksaan, sampai tindakan operasi, semuanya berjalan dengan baik. Saya merasakan sendiri pelayanan yang diberikan seperti peserta Program JKN lainnya, tanpa dibeda-bedakan,” cerita Alianita, Rabu (30/9) saat ditemui di kantornya.
Pengalaman tersebut menjadi sesuatu yang bermakna bagi Alianita. Setiap hari, sebagai pegawai BPJS Kesehatan, ia turut menjalankan tugas untuk memberikan informasi dan memastikan peserta memahami Program JKN. Namun ketika putrinya sendiri membutuhkan pelayanan kesehatan, Alianita memilih menggunakan Program JKN dan mengikuti prosedur serta ketentuan yang berlaku.
“Di balik pekerjaan saya sebagai pegawai BPJS Kesehatan, saya juga seorang ibu dan peserta JKN. Ketika anak saya membutuhkan perawatan, saya menggunakan JKN karena saya percaya program ini memang memberikan perlindungan bagi keluarga,” ungkapnya.
Bagi Alianita, kejadian tersebut membuat makna Program JKN terasa semakin dekat. Ia merasakan bahwa JKN bukan sekadar program yang setiap hari disosialisasikan kepada masyarakat, melainkan perlindungan yang dapat benar-benar diandalkan ketika keluarga membutuhkan pelayanan kesehatan.
“Pengalaman ini membuat saya menjalani pekerjaan dengan rasa yang semakin tenang. Karena saya tahu, saat dibutuhkan, Program JKN benar-benar bisa diandalkan. Semoga cerita saya juga bisa menjadi pengingat bahwa Program JKN hadir untuk memberikan perlindungan kesehatan bagi seluruh pesertanya,” tuturnya.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Madiun, Wahyu Dyah Puspitasari, mengatakan bahwa pengalaman pegawai dalam memanfaatkan JKN secara langsung menjadi bagian dari keyakinan terhadap manfaat program yang selama ini dijalankan. Pengalaman Alianita menjadi gambaran bahwa Program JKN juga menjadi pilihan perlindungan kesehatan bagi pegawai BPJS Kesehatan dan keluarganya. Dalam menjalankan pelayanan kepada peserta, pegawai BPJS Kesehatan juga terdaftar sebagai peserta JKN dan mengikuti prosedur pelayanan sesuai ketentuan yang berlaku ketika membutuhkan layanan kesehatan.
“Pegawai BPJS Kesehatan juga merupakan bagian dari peserta JKN. Ketika membutuhkan pelayanan kesehatan, kami pun mengikuti prosedur dan ketentuan yang berlaku. Pengalaman Alianita bersama putrinya menunjukkan bahwa perlindungan JKN benar-benar menjadi bagian dari kehidupan kita, termasuk bagi pegawai yang setiap hari memberikan pelayanan kepada peserta,” jelasnya. (bp/tk/red)



