JATIM

Mahfudz Geram Terkait Pengelolaan PD Pasar Surya

Mahfudz politisi Fraksi PKB, menjabat Sekertaris Komisi B DPRD Kota Surabaya masa bhakti 2019-2024

SURABAYA, JATIM, BN-Mahfudz Sekertaris Komisi B DPRD Kota Surabaya mendesak Pemerintah kota Surabaya agar praktek restribusi dalam sistem kerja PD Pasar surya yang selama ini dia anggap menuai hasil yang tak memuaskan dan kurangnya transparasi terkait managemen pengelolaannya agar Direksi utama dan jajarannya segera dibubarkan.

“Segera evaluasi kinerja Direksi utama PD Pasar Surya, saya disini sebagai orang yang tidak berkepentingan meminta merubah cara kerja seperti sekarang ini, hampir 8 bulan terhitung saya di lantik menjadi anggota dewan, kerjoe PD pasar yo, ngona ngono tok (kerjanya ya hanya begitu begitu saja -red), tidak ada hasil yang memuaskan. Tidak ada perubahan yang signifikan bahkan terkesan jeblok, ” ujar Mahfudz.

Ia menyayangkan, sudah sejak lama PD Pasar Surya menjanjikan akan merubah sistem pengelolaan namun indikasi program yang tak realistis dan aroma manipulasi dan rekayasa masih saja terjadi sampai sekarang.

“Salah satu contohnya adalah Pasar Tunjungan. Sebelumnya dilaporkan untung tapi hanya jutaan. Kemudian laporannya berubah lagi, gak jelas, padahal hasil sidak kami dilokasi, hanya untuk pengelolaan jasa parkir saja pemasukkannya mencapai 50 juta per bulan. Sementara penghuni stan disana juga masih membayar restribusi, ya,, enggak realistis lah, ” tegas ketua Garda Bangsa ini saat ditemui wartawan usai Hearing Komisi B di Surabaya, Kamis (05/12/2019).

Pria asli Sampang ini meminta kepada Wali kota Surabaya agar segera melakukan revitalisasi jajaran direksi secara menyeluruh.

“Seharusnya wali kota peka dan segera mengganti semua personal yang saat ini menduduki posisi jajaran direksi. Karena kerjanya sangat tidak memuaskan. Jika tidak, lebih baik, dibubarkan, ” bebernya.

“Mengelola pasar itu pasti untung. Jika ada yang melaporkan rugi, saya pastikan laporan itu bohong. Laporan keuangannya ada yang ditutup tutupi. Lihat saja pasar tradisional yang ada, mereka saja untung semua kok. Kalau tetap masih seperti ini, saya saja yang mengelolanya, ” pungkasnya. (boody)

Related Articles

Back to top button