Gorong-Gorong Ambrol, Camat Segera Tindak Lanjuti Laporan Warga


SURABAYA, BN – Bangunan gorong-gorong di jalan Raya Kendung Jaya, persisnya depan gapura masuk Kendung Jaya 6, nampak ambrol dan dapat membahayakan pengguna jalan. Ambrolnya bangunan gorong-gorong itu karena tingginya debit air saat hujan turun. Oleh warga, gorong-gorong yang ambrol diberi tali rafia sebagai garis pembatas agar tidak membahayakan pengguna jalan.
“Air akan menggenang dan menyebabkan banjir karena buangan dari atas, untuk menjaga keselamatan pengendara motor kita beri tali rafia sebagai tetenger,” ungkap pak Tohari, pemilik warkop, depan ambrolnya gorong-gorong pada BN, Rabu (17/12).
Diungkapkan, debit air yang tinggi saat hujan lebat karena buangan dari atas membuat kawasan di sekitarnya menjadi banjir. Hal tersebut, turut berpengaruh dengan turunnya kontur aspal jalan sehingga membuat retakan.
“Tidak jarang banyak pengendara motor yang jatuh terperosok karena tidak dapat melihat dengan jelas kondisi jalan karena terendam banjir,” tambah Tohari.
Pengamatan di lokasi, bangunan gorong-gorong ambrol di Raya Kendung Jaya diduga cukup lama, dan belum ada tanda-tanda perbaikan dari dinas yang terkait. Selain ambrol, penurunan kontur jalan disebabkan lantaran jalan Raya Kendung Jaya banyak dilalui kendaraan-kendaraan berat. Padahal Raya Kendung Jaya termasuk jalan kelas dua.
Pada bagian lain, kondisi gorong-gorong yang kotor karena banyaknya sampah menyebabkan aliran air tidak lancar dan terhambat. Seperti nampak terlihat, banyaknya karung-karung sampah yang dibiarkan teronggok di dalam gorong-gorong, Rabu(17/12). Sampah-sampah yang dikemas dalam karung hampir memenuhi permukaan saluran air. Pak Tohari sudah mengadukan permasalahan tersebut ke pihak Kelurahan, namun belum ada tindakan.

Muslik, Camat Pakal mengapresiasi laporan warga terkait ambrolnya gorong-gorong jalan Raya Kendung Jaya, depan gapura masuk Kendung Jaya 6. Pihaknya segera melaporkan masalah tersebut ke dinas terkait melalui Kasibang Kecamatan.
Muslik mengatakan, pembersihan gorong-gorong sebenarnya sudah dilakukan secara berkala oleh dinas Bina Marga dan Pematusan.Tingginya debit air hujan yang mengalir ke bawah menyebabkan kawasan tersebut cepat terendam air.
Disinggung adanya retakan jalan aspal karena penurunan kontur tanah, Muslik tidak membantah. Dikatakan jika jalan Raya Kendung Jaya memang banyak dilalui kendaraan-kendaraan berat.
“Kami sangat berterima kasih adanya informasi tersebut, dan kita akan segera menindaklanjuti persoalan itu pada dinas terkait,” tutup Muslik. (eru)



