
Enzo Fernandito (25) bersyukur menjadi peserta program JKN (Foto.dok: SDM Komlik)
SIDOARJO, BIDIKNASIONAL.com – Usia muda bukan berarti tidak memiliki resiko kesehatan karena kejadian tidak terduga dapat tiba-tiba terjadi dan membutuhkan biaya pelayanan kesehatan yang tidak sedikit. Seperti dialami Enzo Fernandito (25) yang mengalami jatuh sehingga mengakibatkan patahnya tulang lengan dekat pundak pria yang tinggal di daerah Pondok Candra Sidoarjo tersebut.
“Saya jatuh terpeleset, saya menghindari benturan pada kepala saya sehingga saya tahan badan dengan tangan dan jatuh kesamping. Jadi tangan saya menyanggah dan tertimpah lalu tulangnya patah,” kata Enzo.
Karena kejadian tersebut, Enzo ingat bahwa dirinya sudah terdaftar program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan langsung minta diantar ke Unit Gawat Darurat (UGD) rumah sakit Mitra Keluarga Waru untuk dilakukan berbagai pemeriksaan dan harus dilakukan operasi pemasangan pen untuk tulang lengannya.
“Sudah lama saya ikut Program JKN, awalnya dari ibu saya tapi setelah lulus kuliah sekarang saya lanjutkan dengan bayar mandiri di kelas dua,” tambah Kenzo.
Enzo sangat menyadari pentingnya menjadi peserta JKN, karena dia merasa suatu hari pasti membutuhkan pelayanan kesehatan sehingga dia dengan sukarela membayar iuran peserta kelas 2 sebesar Rp 100.000 tiap bulannya. Enzo tidak pernah merasa dirugikan karena menyadari manfaat yang diperoleh sangat besar.
“Saya dari dulu sadar punya jaminan kesehatan itu sangat penting, apalagi seperti saat ini saya jauh dari ibu saya tapi dengan JKN semua menjadi mudah saat saya butuh perawatan. Saya sangat ikhlas bayar iuran tiap bulannya yang menurut saya tidak besar, tapi apabila kejadian seperti saya sekarang ternyata biayanya sangat besar. Kemarin saya lihat tagihan berjalan saya untuk biaya rontgen, kamar operasi, jasa operasi dan lainnya sudah mencapai 35 juta rupiah, saya belum tahu tagihan final terakhir berapa. Untung saja semua dijamin Program JKN jadi tidak bingung atau merepotkan orang tua,” jelasnya.
Enzo mengatakan dia sangat bersyukur dengan adanya Program JKN ini karena apabila tidak menjadi peserta JKN saat tulangnya patah seperti ini tidak mungkin ia segera melakukan operasi mengingat biayanya.
“Saya berterimakasih sekali dengan Program JKN ini. Kalau tidak dijamin Program JKN mungkin saya tahan saja sakit dan patahnya lengan saya tidak pergi ke rumah sakit. Apalagi tau biayanya, wah jual ginjal dulu sepertinya saya karena tidak punya biaya segitu besar,” tutup Enzo.
Laporan: rn/tp/red
Editor: Budi Santoso



