Ini Sanggahan Pelaksana Proyek CV. Karya Jaya

Sugeng pelaksana CV. Karya Jaya (Baju hijau berkacamata) menghadirkan aparat desa dan warga di Jl.Sumatera kota Pekalongan, Jumat (6/1/23)// Foto.dok: Dikin
● Ketua GMBI Kab. Pekalongan: Itu Uang Rakyat
PEKALONGAN, BIDIKNASIONAL.com -Dua kali diberitakan Bidik Nasional.com dengan judul “Sebulan Selesai Dikerjakan, Proyek Jalan Rabat Beton Blacanan-Boyotaluk Telan Dana Milyaran Retak-Retak dan DPRD Kabupaten Pekalongan Sorot Besaran Pengurangan Mutu Proyek Jalan Blacanan-Boyotaluk”, CV. Karya Jaya melalui Sugeng Tri Raharjo selaku pelaksana proyek menyanggah pemberitaan, karena dinilai meragukan terkesan mengada-ada.
Sugeng mengatakan yang pertama terkait narasumber warga desa Depok kecamatan Siwalan bernama Yoyok, yang dinilai tidak pernah berbicara atau pernah ditemui wartawan yang tertulis di keterangan berita, yang kedua terkait update foto gambar yang dipakai foto lama jalan beton retak-retak padahal sudah diperbaiki, tidak menggunakan foto update terbaru.
“Hak jawab saya kan gini, terkait narasumber Yoyok, pak yoyok setelah kita datangi dia tidak mengeluarkan statemen (bicara) seperti itu. Dari keterangan aparat desa gak ada nama lain selain yoyok ini.
Coba nanti Yoyok yang mana,” ungkap Sugeng sambil mendatangkan aparat desa yang mengaku bernama Dwi dan warga bernama yoyok, di Jl.Sumatera kota Pekalongan, Jumat (6/1/23).
Yang ke dua, kata Sugeng terkait
foto (awal) itu terus yang disebar kemana-mana, kenapa gak update,? Hasil pekerjaan saya kan sudah update, njenengan tidak update cuma ini (lama) saja diekspos kesana kemari, ucapnya.
Sugeng juga mengaku sebagai pelaksana dari CV. Karya Jaya beralamat di Batang. Di sini (Pekalongan) kantor PT Kejora (KJR).
“Begini, Karya Jaya itu anak perusahaannya KJR. Disamping CV kita kan ada PT.
walaupun alamat nya di Batang, iya tetap ke sini,” cetus Sugeng.
Sementara itu, dari permintaan hak jawab tersebut, warga bernama Yoyok yang dihadirkan CV Karya Jaya bukan warga yang dimintai keterangan dan terkait foto yang dipakai update lama karena berdasarkan hasil awal pekerjaan.
Lebih lanjut saat ke lokasi, narasumber warga yang didampingi perangkat desa dan Warno mewakili CV karya jaya karena Sugeng tidak ikut hadir.
Di lokasi Warno mengatakan, yang segmen 2 (barat jembatan) Beberapa sudah di treatment yang ketahuan retak langsung kita treatment. Sebenarnya kalau ada yang retak semua di treatment. Saya bahasa segmen agak bingung.
“Kalau ngomong segmen itu per kotak itu ya segmen, tapi saya tau yang dimaksud.
Terkait retak ada berapa kotak kita tidak pernah menghitung, begitu retak kita langsung tambal,”kata Warno perwakilan dari CV.Karya Jaya.
Warno juga menambahkan, untuk jarak per blok itu 5 meter. Kalau yang parah yang tidak di toleransi itu yang panjang, istilah nya disini sama DPU. Retak lebar itu masuk umum, di tol pun ada di pantura juga ada.
“Dengan adanya ini kita kan tidak pembiaran, kita proses untuk perbaikannya. Retaknya kayak apa estetikanya kayak apa warnanya segala macam seperti itu.
Pokoknya kalau ada masukan dari mas dwi kami langsung kerjakan,” ujar Warno.
Pantauan di lokasi, terlihat beberapa beton yang ditratmen sudah terlihat kembali retak dan pekerjaan lanjutan beton sebelah barat juga beberapa titik juga retak-retak.
Terpisah ketua GMBI Kabupaten Pekalongan, Agus Subekti menanggapi hal tersebut mengatakan, siapapun masyarakat berhak untuk mengawasi pelaksanaan pembangunan karena dibiayai uang negara dari hasil pajak rakyat.
Terkait pekerjaan rabat beton yang sudah retak-retak alangkah baiknya dibongkar dan dicor kembali, karena ketika sudah retak tidak akan rapat Kembali seperti semula karena itu beton.
“Saya sangat menyayangkan adanya percobaan intervensi terhadap warga ataupun media yang memberitakan, karena itu tidak ada larangan warga untuk mengkritisi pekerjaan, bila dilihat hasilnya kurang puas apa salahnya, komplain karena yang digunakan itu uang rakyat yang dikelola negara, hasil pajak rakyat,” terang Agus Ketua GMBI Kab. Pekalongan.
Laporan: Dikin
Editor: Budi Santoso