JATIMLAMONGAN

Tragis!! Pengacara di Lamongan Ditebas Parang, Korban: Tangkap Pelaku Secepatnya

Ahmad Umar Buwang di ruang perawatan Edelweiss 6.1, 6.2 Pavilliun lantai II RSUD dr Soegiri Lamongan (Foto.dok: Bang IPUL / Tian)

LAMONGAN, BIDIKNASIONAL.com – Peristiwa tragis terjadi di Lamongan, seorang pengacara ditebas parang dengan membabi buta oleh orang tak dikenal (OTK), korban memintak pelaku segera bisa ditangkap secepatnya.

Hal ini disampaikan oleh Ahmad Umar Buwang di ruang perawatan Edelweiss 6.1, 6.2 Pavilliun lantai II RSUD dr Soegiri Lamongan pada Senin (09/01) siang.

Sementara dalam pemulihan kesehatan, Buwang panggilan akrabnya sudah bisa bincang-bincang dengan para awak media saat bertandang ke ruang perawatan, meski banyak tamu yang menjenguknya. “Alhamdulillah kondisi saya sudah mulai membaik,” ujar Buwang.

Dijelaskan, fakta kejadian yang sebenarnya dalam peristiwa tersebut, kata dia, sebelum kejadian saya bersama teman-teman ngopi di Lik Cafe Lamongan kota dan sekira pukul 01.00 WIB Sabtu (7/1/2023) pagi dini hari saya pulang ke rumah.

Saat perjalanan pulang dan perkiraan 1 KM sebelum sampai rumah perut saya terasa lapar kalau jalan terus tak ada warung yang buka.

“Maka saya memutuskan putar balik ke arah Lamongan kota lagi untuk mencari warung makan pecel lele dan tepatnya di depan SPBU Kalikapas Sidoharjo Lamongan,” jelasnya.

Selesai makan sekira pukul 02.00 WIB, lewat depan mobil saya menuju pintu karena mobil saya hadap ke selatan, tiba-tiba ada dua orang berkendara sepeda motor dari arah utara langsung menebaskan parangnya ke bagian kepala belakang di bawah telinga nyampek leher.

“Ia sempat terjatuh karena sepeda motornya roboh mungkin kehilangan keseimbangan. Ketika itu, saya sempat melawan dengan mendekati mereka berdua (pelaku), tapi dia bangkit dan langsung menebas lagi punggung saya.

Buwang, berusaha untuk melawan dengan mengambil stang dongkrak dalam mobil, namun pelaku dengan mengayun ayunkan parangnya. Saat itu diketahui orang-orang disekitarnya dengan teriakan “Begal-begal” kemudian, kedua pelaku tersebut langsung kabur mengendarai motornya ke arah selatan.

“Saat itu saya tak mengenali wajahnya, karena keduanya memakai masker dan tak mengenali Nopolnya karena tertutup kakinya saat sepeda motornya roboh, cuma saya kenali sepeda motor jenis Honda BeAT warna hitam striping merah.

Usai peristiwa tragis tersebut, Buwang mengambil sebagian tisu di mobilnya lalu megusap lukanya dan kaget tisunya basah dengan darah segar kemudian diambilah tisunya semuanya.

“Saya tutup dan saya tekan dengan tisu yang ada dengan mengendarai mobil Avanza warna putih sendiri saya menuju ke rumah sakit. “Sampai di ruang IGD RSUD dr. Soegiri Lamongan dilakukan perawatan intensif.

Setelah itu, saya menghubungi saudara dan juga partner Advokat Ardiansyah, olehnya diteruskan kabar ini ke Polres Lamongan selanjutnya oleh Polres Lamongan di lakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara).

“Sebelumnya saya tidak ada firasat apa-apa atas kejadian pembacokan kepada saya ini, saya juga tidak mempunyai musuh di Lamongan, semua saya anggap saudara. Sedikit firasat saya, waktu itu saya kangen sama ibu saya,” ujar buwang dengan mata berkaca kaca.

Saat ditanya soal penanganan perkara dalam waktu dekat ini, Buwang mengatakan, “Satu persoalan mediasi sudah clear.

Kedua, perkara perdata soal tanah dengan obyek di Benjeng Gresik dan ia sebagai PH salah satu Koperasi, saya juga komunikasi baik dengan PH nya dan apa permintaanya sudah kami sampaikan dengan klien kami,” bebernya.

Lebih lanjut, Pihak kepolisian, ujar Buwang, agar secepatnya koordinasi dengan pihak Dinas Perhubungan Lamongan dalam melihat CCTV yang ada di SPBU Kalikapas Sidoharjo dan CCTV di Traffic Light di perempatan pasar Sidoharjo.

“Saya minta kepada teman-teman untuk tenang dan jaga keamanan di Lamongan supaya tetap kondusif, saya mohon tidak main hakim sendiri yang akan merugikan diri sendiri bahkan masyarakat. Semua kita percayakan pihak Kepolisian.

“Alhamdulillah kondisi kesehatan saya sudah membaik dan semoga segera bisa pulang ke rumah. Meski demikian, pinta Buwang, agar perkara ini bisa terungkap dan pelaku mungkin juga aktornya, bisa segera ditangkap secepatnya oleh pihak Kepolisian Polres Lamongan,” pintanya.

Terpisah, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persatuan Advokat Indonesia (Peradin) Lamongan, Nihrul Bahi Al-Haidar mengatakan, korban ini adalah pengurus DPC Peradin Lamongan. Sesuai instruksi dari DPP Peradin Pusat juga diinstruksikan kepada DPW Peradin di Jawa Timur.

“Agar kasus pembacokan yang melibatkan anggota Peradin Lamongan ini dikawal secara khusus. Kemudian dalam proses pengawalan ini kita berkoodinasi dengan pihak aparat yang berwajib, dalam hal ini adalah Polres Lamongan,” ucap Gus Irul panggilan akrabnya.

Menurut Gus Irul, proses ini hendaknya bisa dilakukan secepat mungkin dan juga ditemukan siapa pelakunya dan motifnya apa. Karena sampai hari ini, kata dia, banyak beredar asumsi-asumsi yang ada di daerah terkait peristiwa pembacokan ini.

“Ada yang mengasumsikan perguruan, politik, maupun penanganan perkara yang saat ini sedang ditangani oleh korban. Maka kami meminta kepada aparat Kepolisian Polres Lamongan agar secara cepat efesien mengungkap siapa pelaku sebenarnya,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Gus Irul, apakah nanti ada tim khusus yang berasal dari para pengacara di Lamongan untuk pencari fakta-fakta sebenarnya sesuai dengan instruksi dari Peradin Pusat.

“Ini kita ini sudah menelurusi dan hasilnya nanti akan kita kolaborasikan dengan pihak Kepolisian Polres Lamongan. Berkenaan dengan data atau fakta yang ada di lapangan kemudian kita satukan dengan penyidik,” katanya.

Untuk progres hari ini, imbuh dia, sesuai kemarin yang disampaikan dari pihak Polres masih melakukan penyelidikan di titik-titik tersebut di beberapa titik, yang bisa menunjukan gambaran pelaku lebih jelasnya dari mana.

“Tetapi, yang jelas pelaku ini sangat profesional, dimana dalam proses pembacokan ini tidak ditemukan nopol kendaraannya, dalam proses pembacokan ini pelaku juga memakai masker, sehingga mungkin sangat sulit,” tutur Gus Irul.

Namun demikian, ia sangat percaya kepada penyidik dalam hal ini aparat kepolisian untuk mengungkap hal yang sebenarnya, termasuk pelaku ada berapa orang dan siapa saja yang terlibat didalamnya.

Saat ini, sambung Gus Irul, pihaknya belum berani berasumsi kemana-mana, karena dari korban sendiri masih belum bisa mendapatkan informasi yang sedetail mungkin. Yang jelas para pengurus Peradin akan selalu berkoordinasi dengan korban.

“Dalam hal ini adalah poin penting, dalam artian poin penting terkait proses pembacokan ini apakah ada yang melatar belakanginya. Nah, entah itu dari kasus yang ada atau mungkin dari persoalan yang lain. Cuma hari ini kita koordinasi dengan pihak korban,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Lamongan AKBP Yakhob Silvana Delareskha saat dikonfirmasi berkaitan dengan peristiwa pemacokan oleh orang tidak dikenal kepada pengacara Ahmad Umar Buwang.

Kapolres Lamongan mengungkapkan, bahwa pihaknya sudah membentuk tim untuk mengungkap perkara pembacokan oleh orang tak dikenal kepada pengacara Ahmad Umar Buwang. “Kami sudah bentuk tim untuk ungkap pelaku ini.

Disamping itu juga, disampaikan oleh AKBP. Yakhob Silvana, “Saat ini sedang proses penyelidikan, semoga bisa segera terungkap pelakunya,” tegasnya.

Penulis : Bang IPUL / Tian
Editorial : Budi Santoso

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button