ACEHSUBULUSSALAM

Kapolsek Simpang Kiri Akan Tindak Tegas Pelaku Pengeroyokan Wartawan

Diruang kerjanya, Kapolsek Simpang Kiri, IPDA Hamonangan akan menindaklanjuti dugaan pengeroyokan Satria Tumangger (Foto.Dok: Agus)

SUBULUSSALAM, BIDIKNASIONAL.com – IPDA Hamonangan, Kapolsek Simpang Kiri, akan menindak tegas dugaan pengeroyokan yang dialami salah seorang warga Kota Subulussalam yang juga merupakan wartawan disalah satu media Online.

Kejadian tersebut terjadi di Desa Lae Oram Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam pada Rabu malam (26/4/2023) sekira pukul 23.00 Wib.

Diruang kerjanya, Kamis (27/4) Dikonfirmasi beberapa wartawan bersama Edi Syahputra Bako, Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) perwakilan Kota Subulussalam, Kapolsek Simpang Kiri membenarkan kejadian itu.

“Terkait dugaan pengeroyokan tersebut, nanti akan kita tindak tegas, saat ini keluarga dari si korban sudah membuat laporan ke Polsek Simpang Kiri dan kita telah mengirimkan surat permintaan visum dari pihak Rumah Sakit,” Kata IPDA Hamonangan.

Ia menegaskan kasus ini nanti akan ditindak dengan tegas, sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Selain itu, Kapolsek Simpang Kiri pun meminta kepada masyarakat khususnya Kecamatan Simpang Kiri, baik kepada Kepala Desa dan masyarakat untuk menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (KAMTIBMAS) di desa masing-masing.

“Mari kita ciptakan daerah kita bersama untuk menertibkan ketertiban masyarakat, agar warga didaerah kita merasakan kenyamanan, bila ada sekelompok gerombolan di Kecamatan Simpang Kiri, silahkan langsung melaporkan ke Bhabinkamtibmas atau langsung ke Polsek Simpang Kiri,” Pesan IPDA Hamonangan.

Sebelumnya dikabarkan, salah seorang wartawan media online yang bekerja di Kota Subulussalam diduga jadi korban pengeroyokan oleh orang yang tidak dikenal (OTK) hingga dilarikan ke RSUD Subulussalam untuk menjalani perawatan.

Untuk Informasi sementara diperoleh BIDIKNASIONAL.com kejadian pada Rabu malam (25/4/2023) sekira pukul 11.OO Wib, korban bernama Satria Tumangger dilarikan Ke RSUD Subulussalam menjalani operasi karena mengalami luka serius pada bagian kepala.

Lokasi kejadian terjadi di Desa Lae Oram, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulusalam, terjadi sekira pukul 11.00 Wib, Rabu (25/4/2023).

Disampaikan Satria, kronologis kejadiannya pada saat itu ia dibonceng bersama teman nya bernama nando menggendarai sepeda motor roda dua singgah membeli di salah satu warung di Desa Lae Oram Kecamatan Simpang Kiri.

Setelah itu, kata satria ia dan teman nya beranjak pergi dengan menghidupkan kendaraannya.

“Pada saat itu kreta roda dua sulit untuk dinyalakan, lalu setelah kreta hidup, tiba-tiba sekelompok orang yang tidak dikenal tiba tiba menyerang kami,” Kata Satria.

Dikatakan nya, karena saat itu kreta sulit hidup, setelah hidup mungkin suaranya agak bising (memakai knalpot brong)

Sehingga sekelompok yang diduga remaja tidak dikenal itu tiba-tiba menyerang kami,” tambahnya.

Masih kata Satria, saat itu pelaku menyerang rekannya berboncengan bernama Nando yang menyetir kreta mereka yang dikendarai. Namun nando berhasil lolos dan melarikan diri.

“Niat saya ingin melerai, namum saya malah ikut dikeroyok oleh OTK diperkirakan sekitar 10 orang,” ujar Satria.

Akibat kejadian tersebut Satria mengalami luka serius pada bagian kepala diduga akibat benturan dari benda tumpul. Dan malam itu juga ia dilarikan ke RSUD Subulussalam menjalanai operasi.

Saat ini kondisi satria sedang dalam perawatan di Rumah Sakit Subulussalam seteleh operasi mendapat beberapa jahitan pada bagian kepala yang robek.

Menurut keterangan korban, kejadian tersebut telah dilaporkan ke Polsek Simpang Kiri.

Laporan: Agus

Editor: Budi Santoso

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button