
Direktur RSUD Provinsi NTB, dr. H. Lalu Herman Mahaputra saat memberikan sambutan pada acara workshop emergency medical survice (Foto: ist)
MATARAM, BIDIKNASIONAL.com – Bertempat di Hotel Lombok Raya Direktur RSUD Provinsi NTB membuka EMS Medical Director Course & Resuscitation Academy Leadership Workshop. Dengan mengusung tema Workshop yang mengusung tema “10 Steps to Improve Out-Of Hospital Cardiac Arrest (OHCA) Survival“.
Pelatihan yang diikuti oleh tenaga medis yang dimana tenaga medis sendiri mempunyai paran penting dan menjadi garda terdepan penggerak utama dalam penanganan emergensi. Rabu. 26/07/23.
EMS Medical Director Course & Resuscitation Academy Leadership Workshop sendiri bertujuan untuk meningkatkan keahlian peserta dalam bidang EMS, kursus ini juga memberikan rangkuman elemen yang penting dalam memberikan solusi untuk masalah vital di dalam EMS menggunakan sistem manajemen yang tepat dan dapat dikolaborasikan dengan sistem EMS lokal.
Ketua Umum PP Perdamsi (Perhimpunan Dokter Ahli Emergensi Indonesia), dr. Bobi Prabowo, Sp.EM, KEC, M.Biomed bahwa EMS Medical Director Course, menyampaikan bahwa EMS mengajarkan kita bagaimana mengelola sistem EMS (SPGDT) dengan menjadi medical direktur untuk PSC atau pengelola layanan ambulans sedangkan pada resosiation Akademi dan Workshop ini kita akan mendapatkan gambaran penuh Bagaimana semua elemen memiliki peran yang sangat penting untuk mendukung upaya pertolongan gawat darurat di luar rumah sakit seperti pada kasus anti jantung.
“Sebagai ketua umum PP Perdamsi saya berharap acara ini dapat membantu kita dalam mengatasi kejadian-kejadian kegawatdaruratan di luar rumah sakit yang dapat terjadi kapan saja dan di mana saja baik sebagai tenaga pelaksana maupun managerial Dokter, Perawat atas tenaga kesehatan lain serta relawan Indonesia sangat membutuhkan tenaga – tenaga ahli dan terlatih dalam menciptakan sistem serta fasilitas kesehatan yang tangguh”. Harapnya
Sementara Ketua Pelaksana dr. Felicia Ohoiwutun, Sp.EM dalam laporannya menyampaikan bahwa lebih dari 350,000 kejadian out-of-hospital cardiac arrests (OHCA). Yang terjadi di Amerika Serikat, hampir 90% dari angka tersebut adalah kasus fatal.
Sedangkan Menurut American Heart Association’s New Disease and Stroke Statistics – 2018 Update, diterbitkan dalam Circulation pada tanggal 31 Januari. Menurut laporan tersebut, insiden tahunan OHCA non-traumatis yang dinilai EMS pada orang-orang dari segala usia diperkirakan sebesar 356.461. Sebagai keadaan darurat medis, tidak ada yang lebih dramatis daripada henti jantung mendadak.
Dalam keadaan darurat medis Tidak ada yang lebih dramatis daripada henti jantung mendadak, bahkan seorang di rumah atau di komunitas tiba-tiba (seringkali tanpa gejala) pingsan, kesadaran hilang dalam hitungan detik denyut nadi dan tekanan darah menghilang pada saat henti jantung orang tersebut meninggal secara klinis.
“Karena dalam 10 menit kematian secara klinis akan berkembang menjadi kematian biologis yang ireversible dan statistik lain akan dicatat dalam penghitungan kematian akibat penyakit jantung dan masih ada peluang, yang diukur dalam hitungan menit, untuk menyelamatkan nyawa dari kematian. Bila RJP, Alat defibrilsi dan perawatan medis advanced dapat tiba di lokasi”. Terangnya
Selaku Direktur RSUD Provinsi NTB, dr. H. Lalu Herman Mahaputra sangat mengapresiasi ketua PP Perdamsi dan Perhimpunan Dokter Ahli Emergensi bekerja sama dengan RSUD Provinsi NTB dan HIPGABI NTB, serta didukung oleh Resuscitation Academy dan Unit for Prehospital Emergency Care Singapore, menyelenggarakan Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan (PKB) Kedokteran Emergensi (Emergency Medicine), ini yang pertama di Lombok. Kegiatan ini menghadirkan narasumber yang ahli di bidang Emergency Medical Services (EMS) di Asia.
Dikarenakan masih adanya perbedaan pandangan mengenai prosedur penanganan pasien. Direktur RSUD Provinsi NTB, dr. H. Lalu Herman Mahaputra berharap, para peserta pelatihan ini nantinya dapat bekerja dalam skema yang sesuai standarisasi untuk operasional prosedur dalam menangani kasus-kasus kedaruratan.
Untuk membangun sistem ini, keterlibatan semua stakeholder yang ada akan menunjang suatu penanganan yang baik. Secara keseluruhan, kami di NTB siap dijadikan role model penanganan layanan emergency di Asia dan Indonesia
Hal tersebut dikatakan Direktur RSUD Provinsi NTB, dr. H. Lalu Herman Mahaputra saat memberikan sambutan dalam acara tersebut.
“Dukungan dan peran pemerintah sangat besar dalam mewujudkan RSUD Provinsi NTB menjadi role model penanganan pasien emergency di Indonesia dan Asia, baik dalam bentuk fasilitas kesehatan yang lengkap maupun kualitas SDM yang memadai, karena fokus kami saat ini memberikan pelayanan penanganan emergensi tapi, sehebat – hebatnya rumah sakit, dokter emergensi atau perawat yang ada, jika perhatian dari pemerintah minim maka hal itu tidak berarti apa – apa. Syukurlah Pemerintah NTB sangat concern dengan hal ini,’’ paparnya.
Laporan: Aini
Editor: Budi Santoso



