
Tampak situasi apron dermaga Jamrud Utara sepi dari truk barang antrean masuk ke kapal. (Foto: Ak BN.com)
SURABAYA, BIDIKNASIONAL.com – Situasi perairan di Laut Jawa sangat bersahabat beberapa hari ini, namun jumlah truk angkutan logistik dan bahan kebutuhan masyarakat Kumai dan Sampit terlihat kian turun secara drastis yang dimuat KM Kirana milik armada pelayaran nasional PT.Dharma Lautan Utama (DLU) yang berangkat melalui dermaga Jamrud Utara, Pelabuhan Tanjung Perak Minggu malam (15/10/2023).
Tak hanya lalu lalang truk angkutan barang yang terlihat sepi, jumlah penumpang orangpun turut serta bertambah turun. Padahal kapal Roll Off Roll On (Roro) jurusan ke kedua pelabuhan itu tidak selancar jurusan Surabaya – Banjarmasin setiap hari dari kapal ferry DLU.
Situasi global di dua dermaga Jamrud Utara dan Selatan itu terlihat sangat sepi dari truk angkutan barang logistik dan penumpang orang sampai jam keberangkatan KM Kirana pukul 21.00 Wib.
Di dermaga Jamrud Selatan terlihat antrean truk barang hanya beberapa unit saja dan mobil pribadi untuk naik ke kapal Roro KM Kartika jurusan Surabaya – Sampit yang sedang sandar.
Diperoleh keterangan dari petugas polisi Polres Tanjung Perak yang menjaga keberangkatan armada pelayaran nasional DLU mengatakan, bahwa jumlah truk angkutan barang kebutuhan masyarakat dan logistik yang dimuat kapal Kirana tujuan Kumai hanya tujuh unit.
Sedangkan penumpang orang yang naik, akunya, tidak sampai 50 orang. “Oh, penumpang orang kelihatannya jauh di bawah 50 orang”, ujar polisi itu seraya tersenyum pada bidiknasional.com.
Demikian pula halnya dengan keadaan antrean truk barang di yang akan dimuat kapal Roro Kartika pada Minggu malam tadi, hanya ada beberapa truk dan mobil pribadi. Penumpang orang pun sepi di terminal penumpang Roro Jamrud Selatan.
Sebuah sumber resmi mengatakan, terjadinya sepi truk angkutan barang dan logistik belakangan ini setelah adanya pengawasan ekstra ketat dari instansi terkait terhadap pengusaha-pengusaha truk barang atau ekspedisi yang memuat barang melebihi ukuran panjang kasis truk.
Bahkan sampai menempatkan barang-barang diatas kabinnya truk, akibatnya sering terjadi truk tidak kuat menanjak tangga kapal. Sedang pengelola kapal Roro tidak menghitung sistem tonase muatan truk, namun rate-nya dihitung dari kesatuan truknya.
Agen senior tiket kapal laut di Ujung, Tanjung Perak, M.Jufri ketika dimintai keterangannya terkait situasi truk barang yang makin turun memprediksi, hal itu terjadi adanya pengaruh dari pengawasan truk barang muatan kapal Roro, juga disebabkan keadaan ekonomi saat ini sudah tidak keruan sampai-sampai penumpang orang juga sepi mengadakan perjalanan.
Padahal, imbuhnya, harga tiket lintas panjang dengan kapal Roro DLU pada umumnya cukup terjangkau, apalagi dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas gratis diatas kapal dan layanan yang bagus dirasakan oleh semua penumpang, khususnya semua kapal Roro DLU segala jurusan.
“Jadi fasilitas, layanan dan kapal-kapal bagus milik Dharma (Dharma Lautan Utama, Red) saja bisa sepi muatan truk barang dan penumpang. Berarti disebabkan keadaan ekonomi Indonesia saat ini lagi buruk”, ujar mantan pegawai Pelni di Surabaya itu.
Jufri juga Minggu malam menerima informasi dari penumpang asal Lamongan hendak ke Kalimantan, bahwa penumpang tersebut membeli tiket via online pada Sabtu/Minggu pagi, namun gagal karena sistem onlinenya eror berjam-jam lamanya, kemudian diputuskan beli tiket di pelabuhan Tanjung Perak saja melalui agen resmi.
Harapan Jufri kepada kantor pelayaran kapal Roro, agar memberikan kesempatan kerja bagi agen dan non-agen, sehingga pengangguran di negeri ini tidak bertambah banyak. “Semua memakai sistem online dan harga tiketnya pun dicantumkan di online, sehingga masyarakat tahu harga asli tiket sebenarnya. Maka secara otomatis usaha kita mati”, kilahnya pada bidiknasional.com.
Laporan: Akarim
Editor: Budi Santoso