
Seleksi Tenaga Pembimbing Mulok Keagamaan dan Diniyah ketika berlangsung di Aula 3 Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jombang (dok.foto: ist)
JOMBANG, BIDIKNASIONAL.com – Mulok (Muatan lokal) merupakan kegiatan kurikuler yang mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan curi khas dan potensi daerah. Termasuk keunggulan daerah yang materainya tidak dapat di kelompokkan ke dalam mata pelajaran yang ada.
Sehingga untuk sistem pelaksanaan seleksi tenaga Pembimbing mata pelajaran muatan lokal (Mulok) lingkup Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang sesuai kebutuhan yang diajukan masing-masing sekolah SMP.
Maka untuk seleksi utamanya untuk Mulok Keagamaan maupun Diniyah. Dalam setahun dilaksanakan dua kali, yakni pada bulan Desember dan Juni.
“Seleksi melihat analisis kebutuhan yang diajukan oleh masing-masing sekolah. Biasanya dilakukan dua kali dalam setahun,” ujar Senen, S.Sos., M.Si selaku Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang, Selasa (26/3/2024).
Selain itu Senen juga menerangkan, seleksi bulan Desember dilakukan untuk memenuhi kebutuhan Pembimbing pada semester genap, sedangkan seleksi Juni untuk memenuhi kebutuhan di semester ganjil. ” Sebelum seleksi dilakukan terlebih dulu dinas melakukan pemetaan. Jika ada Pembimbing yang jamnya masih minim, dan lokasinya berdekatan, maka akan dilakukan kerjasama antara dua SMP tersebut. Namun, jika tidak memungkinkan dilakukan MoU maka seleksi akan dilakukan” ujarnya.
“Kita upayakan MoU dulu, agar bisa memaksimalkan tenaga yang ada, dan lebih mensejahterakan Pembimbing,” jelasnya.
Dikatakan, bagi tenaga pembimbing mulok mendapatkan gaji dari jam mengajar yang dilakukan. Kekurangan pembimbing biasanya banyak terjadi di SMP swasta, yang jumlah kelasnya sedikit, sehingga jam mengajar pembimbing tak maksimal.
“Kalau di satu sekolah hanya tiga kelas, yaitu kelas 7, 8 dan 9. Artinya hanya mendapatkan gaji enam jam mengajar dalam seminggu, padahal idealnya 24 jam, maka akan kami jembatani MoU dengan sekolah yang kekurangan,” ujarnya.
Selain itu Senen juga merincikan, pada saat ini jumlah Pembimbing mulok keagamaan SMP ada 279 orang dan pendidikan diniyah 156 orang.
Untuk bulan desember tahun lalu, Dinas P dan K melakukan seleksi kepada 23 Pembimbing muatan lokal keagamaan, dan 20 orang pendidikan diniyah. Seluruhnya dinyatakan lolos, dan mulai bertugas mengajar 2 Januari.
Selanjutnya diterangkan oleh Senen, ” setelah program mulok dilaksanakan 2017 lalu, Pembimbing yang sekarang relatif kerasan. Ada kejadian, mundurnya Pembimbing karena menikah, penempatan jauh dari rumah, hingga mendapatkan pekerjaan dengan gaji lebih banyak” ujarnya.
Bagi pembimbing diprioritaskan yang rumahnya dekat dengan SMP sekitar. Satuan pendidikan diizinkan untuk melakukan rekrutmen guru, dan mengajukannya ke dinas. “Makanya, sekarang lebih awet karena rumahnya tidak terlalu jauh dari sekolah, dan biasanya atas usulan sekolah sendiri itu. Tapi tetap ada uji kompetensi yang dilaksanakan oleh tim Dinas,” ujar Senen.
Laporan: Tok
Editor: Budi Santoso